Opini,  Seputar Islam,  Tema Ditentukan,  WCR

THIS TOO SHALL PASS

Berdasarkan judul di atas, mengingatkan kita pada kalimat yang tertulis di cincin milik seorang raja yang merupakan hasil karya seorang pengrajin perhiasan. “This too Shall Pass” Kalimat ini mengingatkan pada kita bahwa itu semua akan berahir, tak ada yang abadi dalam kehidupan ini. Kekuasaan yang tengah diemban juga akan berakhir, tahta yang tinggi, pekerjaan yang dimiliki juga akan ada akhirnya, ketampanan dan kecantikan juga akan kehilangan collagen, karier yang memuncak, popularitas yang dimiliki juga akan memudar, bahkan kehidupan kita hari ini, itu semua akan berakhir apalagi virus corona yang tengah kita hadapi, itu juga akan berlalu.

Namun jauh sebelum itu Islam telah mengajarkan kepada kita bahwa tak ada yang abadi. Allah kabarkan dalam Alquran:

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa.” (TQS. Arrahman:26)

Allah SWT sudah mengabarkan kepada kita bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, semuanya fana. Tak ada selamanya bahagia, sedih, luka, tawa, sepi, riuh, semua akan berakhir. Hari bahagia, mencekam, menakutkan, semua akan dipergilirkan kepada kita. Sebagai seorang muslim yang beriman kita harus optimis dengan segala yang Allah berikan, menyakini semua ini dari Allah.

Banyak pertanyaan dalam diri kita saat ini, “kapan wabah ini berakhir?” jawabanya wabah ini pasti akan berlalu, namun sesuatu yang tak mampu manusia jangkau adalah kapan waktunya akan berakhir, karena untuk mengetahuinya diluar batas kemampuan manusia. Kita harus meyakini bahwa semua ini adalah ketetapan Allah SWT, corona adalah ketetapan Allah, sikap seorang muslim ketika mengdapinya adalah bersabar, dengan ikhtiar terhadap segala sesuatu yang kita jangkau, yang kita mampu untuk bertahan dalam ujian ini bukan justru mencaci dan mengumpat keadaan. Karena urusan seorang mukmin itu menakjubkan kata Rasulullah SAW.

“Sungguh menakjubkan keadaan seseorang mukmin. Seluruh urusanya itu baik. Ini tidak didapati kecuali pada seseorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itupun baik baginya.” (HR. Muslim no. 2999)

Lelah, tentu saja karena menghadapi kondisi yang tak nyaman, terlebih kebijakan-kebijakan yang membingungkan dan banyak tak berpihak pada rakyat, ingin teriak keluar dari keadaan ini. Wajar karena itu adalah fitrah manusia yang selalu berusaha memposisikan dirinya dalam zona nyaman. Inilah roda kehidupan dengan segala dinamikanya.
[Wallahua’lam bis showab]

 Oleh: Fira Faradillah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: