Opini,  Tema Bebas,  WCR

TAKUT ITU KITA YANG CIPTAKAN

Kita punya persepsi bahwa tengah malam itu menyeramkan, menakutkan,  penuh dengan sesuatu yang berbau horor. Mari kita hantarkan imajinasi pada satu kondisi sebagai berikut: Kabut hitam menyelimuti ruang kelam. Suara ringkih dan jeritan hewan-hewan malam saling bersautan, menambah berdiri bulu kuduk. Dingin mencekam penyempurna malam. Seorang perempuan duduk menunduk. Rambut panjang terurai menutupi wajah hingga tak jelas siapa gerangan. Beban berat seakan sedang menghantam. Pakaian putih pembalut diri penuh tak keberdayaan tampak lusuh dan kumuh.

Gambaran pada keadaan di atas dapat membuat persepsi pada kita bahwa ini identik dengan makhluk tak kasat mata yang menyeramkan. Ada berbagai bentuk, habitat dan nama panggilan. Sebut saja kuntilanak dan kawan-kawan. Siapa saja bisa takut dengan sesuatu yang menggambarkan hal-hal horor dan gaib. Yang akan kita bahas disini ini bukan tentang makhluk gaibnya, karena jelas itu sesuatu yang akal kita tak sampai menjamahnya cukup bagi kita untuk mengimani keberadaanya sebagai ciptaan Allah. Yang perlu kita garis bawahi adalah kenapa kita takut dengan sosok-sosok gaib ini.

Jawabannya adalah informasi yang kita punya. Informasi yang diterima (baik secara lisan, tulisan dan visual) akan menjadi sebuah pemikiran bagi seseorang. Kemudian akan membentuk  dan memperkuat pemahaman (persepsi). Yang semua ini akan berdampak pada respon seseorang terhadap suatu fakta. Analoginya seseorang yang dari dia kecil tidak pernah diberikan atau mendapat informasi dari manapun dan siapapun tentang emas maka hingga dia dewasa tak kan pernah tau apa itu emas, apa fungsinya, berharga atau tidak bahkan bisa jadi itu benda yang tak berarti baginya.

Takutnya kita dengan makhluk-makhluk gaib yang populer karena kita kaya sekali dengan informasi tentangnya. Sedari kecil bahkan dididik dengan informasi salah, bahkan tak sedikit orang tua yang menakut-nakuti anaknya yang membuat mereka lebih takut pada hantu dibandingkan Allah pencipta alam semesta. Terlebih hari ini, bebasnya informasi yang kita terima. Seberapa banyak film bergenre horor yang bertebaran dengan berbagai judul yang dikemas sedemikian rupa. Wajar jika seseorang yang suka film drama jadiĀ  sensitif, baperan, yang suka film horor penakut, dll. Ini baru satu contoh informasi yang membuat kita terjebak dengan rasa takut. Berapa banyak informasi salah bergentayangan di dunia ini yang siap merusak dan menggerogoti otak dan cara berfikir kita. Informasi itu makanan otak, baik dalam bentuk tontonan, bacaan, apa yang didengar dan dilihat, itu semua akan menjadi persepsi.

Semua orang selalu khawatir dengan apa yang dimakan mulut tapi mereka lupa dan abai terhadap apa yang dimakan oleh otak. Mulailah memasukan informasi benar yang berdasarkan Islam agar terjaga identitas kita sebagai seorang muslim.

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: