Muhasabah,  Problematika Umat

STANDAR CANTIK YANG BENAR

Saat ini kebanyakan para kaum hawa sibuk merias diri dengan tujuan untuk mempercantik fisik. Sebenarnya bukan kaum hawa saja, kaum adam pun tak mau ketinggalan tentunya. Merawat diri dan mempercantik tidak salah dalam Islam. Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya Allah Maha indah dan mencintai keindahan” (HR. Muslim dari Ibnu Mas’ûd radhiyallahu’anhu)

Ya sisters, Allah cinta akan keindahan. Namun, standar keindahan atau kecantikan saat ini seperti sudah salah arah. Identik dengan kemewahan, mahal, glowing, bling – bling dan memukau. Orang yang bisa memiliki standar kecantikan yang dimaksud adalah yang memiliki cuan yang banyak dan sering dijuluki “anak sultan”

Seolah yang tidak memiliki harta adalah “rakyat jelata” Sesungguhnya ini bukti nyata Kapitalis yang berhasil mengkotak – kotakkan manusia. Padahal harusnya itu sudah musnah sejak datangnya Islam sekitar 1400 tahun lalu.

Kenyataan yang kita liat saat ini memang begitu. Kebanyakan kita memiliki mindset kalau cantik itu yang foundationnya berlapis-lapis sampai kerutan itu hilang, juga alis yang dilukis bahkan disulam, ditambah lagi bibir yang diberi warna merah, kuning, hijau, kelabu setebal mungkin. Tak ketinggalan riasan pipi warna-warni bak bunga yang bermekaran. Lalu bulu mata yang tebal agar lebih memukau. Ditambah lagi pujian yang dilontarkan orang disekitar kalau makeup yang dipakai cantik, akan menambah ‘kepercayaan diri’. Astaghfirullah.

Taukah kita sisters, kalau semua yang kita anggap mempercantik, justru adalah sesuatu yang telah Allah haramkan. Allah ta’ala berfirman,

“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (TQS. Al-Ahzab: 33)

Tafsir ayat ini disampaikan dalam tafsir Atn-Thobari, 20/260 :

“Sesungguhnya tabarruj itu adalah seorang wanita yang menampakkan perhiasan dan menampilkan kecantikannya kepada kaum lelaki.”

Khususnya muslimah, saudari ku semuanya. Kita sudah dimuliakan dalam Islam, kita sangat dijaga harkat dan martabatnya. Janganlah kita yang merenggut dan merusaknya dengan suka rela, dengan menampakkan kecantikan kepada yang bukan haknya.

Dari sekarang, kita harus ubah standar kita terhadap kecantikan.  Cantik itu bukan sekedar fisik yang dirias tapi juga ketakwaan dan ketaatan kepada Al Khalik harus ditingkatkan. Karena jika kita ingin menjadi penghuni surga maka kita harus mau diatur oleh yang memiliki surga, yaitu Allah Azza Wa Jalla. [Wallahu’alam]

Oleh: Monalisa Limbong

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: