Opini

SESUATU YANG TAK BISA KEMBALI

Lisan yang kian berucap. Kata-kata yang terlontar, kata yang telah terucap tak akan bisa kembali lagi. Tak akan bisa ditarik kembali. Karenanya mesti dijaga agar tak lukai sudut hati siapa saja. Jika tak mampu berkata baik, baiknya diam. Jejaknya akan tinggal, bekasnya akan selalu tergniang.

Banyak hal yang pernah kita lalui, jarang kesempatan yang sama datang kembali. Tak akan ada kesempatan yang telah dilewati dalam kondisi yang sama akan kembali lagi. Jangan pernah lewati, ambil kesempatan itu jika baik dan jalani karenaNya.

Kisah tentang waktu, berputar tanpa menghiraukan yang lain. Yang tak akan bisa kembali, yang paling berharga namun habisnya tak terasa. Waktu pasti akan hilang meninggalkan jejak-jejak dari pilihan. Bahkan Allah bersumpah demi waktu bahwa manusia itu merugi karena ia tak akan bisa kembali.

“Demi waktu. Sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih serta saling menasihati tentang kebenaran dan kesabaran(TQS. Al Ashr : 1-3)

Saat waktu yang ada tidak disibukkan dengan kebaikan pasti akan digantikan oleh kemaksiatan.

Mahalnya kepercayaan tak akan bisa dibeli dengan materi. Hanya waktu yang akan membangun sebuah kepercayan. Ketika ia runtuh tak akan kembali seperti sediakala. Kepercayaan itu tentang apa saja, baik dalam hubungan, relasi, dan sebagainya. Ketika kepercayaan mulai hilang, bagaimana mungkin ia akan kembali seperti semula? Seorang muslim yang di dalam jiwanya ada Islam akan memancarkan akhlak untuk amanah. Karena ia memahami arti sebuah kepercayaan dengan penyerahan total pada pencipta adalah percaya dengan sepenuhnya.

Waktu yang telah berlalu, kata yang telah diucapkan, kesempatan yang telah dilewati, hilangnya kepercayaan adalah sesuatu yang tak bisa kembali. Ini kisah tentang sesuatu yang tak akan bisa kembali. Sesuatu yang yang harus dilakukan dengan tepat, dengan standar yang benar agar penyesalan tak datang.

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: