Puisi

SENANDUNG JIWA

Apa kabar rasa
Masihkah kau betah menghitung hari
Adakah bosan menunggu terik mentari
Lelahkah mengaharap hujan disambut pelangi
Atau kau sama sekali tak peduli
 
Bumi merintih ...
Tampaknya  tengah mengerang kesakitan
Menjerit akibat luka yang menganga
Mungkinkah ia sedang menuntut haknya
Yang selama ini diabaikan milyaran jiwa
 
Wahai dunia
Tumpahkan saja amarahmu jangan ragu
Kau tak boleh  sembunyi di tengah duka yang mendera
Kabarkan pada langit tentang ketangguhanmu
Agar ia tak selalu mendung di tengah terik
 
Hati berbisik
Inikah akhir keindahan yang fana
Yang kerap membuat jiwa tak tau diri
Atau ini belum berarti apa-apa
Ada duka pedih yang tak bisa ditepis
 
Berharaplah
Sebab tak selamanya rambutmu hitam
Ada ruang berbenah meski di dalam sepi
Luapkan emosimu dalam hening
Agar kau rasakan  lega atas sebuah pengakuan
 
Oleh: Elsa Novia Wita Siregar
0Shares

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: