Muhasabah

RENUNGAN UNTUK PENGEMBAN DAKWAH

Masa pandemi kita dipaksa untuk mengikuti sesuatu yang belum pernah dilalui sebelumnya. Melakukan banyak aktivitas di dalam rumah, belajar dari rumah, rapat dari rumah, kajian dari rumah, dan aktivitas lain. Aktivitas-aktivitas ini banyak membuat orang-orang “kaget”, termasuk pengemban dakwah. Banyak pengemban dakwah yang bingung dengan kondisi ini. Apalagi yang memang sudah sering dilapangan pasti akan merasa benar-benar aneh, gak biasa dan butuh penyesuaian.

Ada yang rada malas melihat kondisi ini hingga membuatnya semakin melemah. Ada juga yang teralihkan dengan aktivitas lain, entah itu asik nonton film terbaru maupun aktivitas jualan online. Tidak ada yang salah dari aktivitas mubah itu. Yang salah itu adalah lalainya dakwah sebagai kewajiban karena aktivitas mubah itu, ya seperti menomorduakan dakwah. Harusnya memikirkan strategi untuk agenda dakwah di masa pandemi, tapi justru malah tambah malas mikir dan ambil jalan pintas dengan “menunggu” arus dakwah di pandemi ini mengalir saja, ngikutin apa ada aja, padahal butuh manuver dalam dakwah di tengah kondisi serta terbatas . Pastinya ada segelintir yang merasa tersindir dengan tulisan ini, ya tapi memang kenyataannya seperti itu, jadi cukup terima dan akui saja.

Selain itu, tentu akan ada juga pengemban dakwah yang terus berkobar dan berkibar walaupun di tengah pandemi. Justru, menganggap bahwa pandemi akan memiliki hikmah dan pelajaran yang berharga pada dakwah.  Salah satu buktinya adalah dapat ikut kajian lintas kota bahkan Negara, masya Allah. Saat ini juga banyak kajian – kajian Islam kaffah yg beredar di tengah – tengah umat dari berbagai penjuru dunia.

Hidup memanglah pilihan, tidak ada yang berhak mengekang kita, kecuali Allah Al Mudabbir, itu pun ya kalau memang ‘sadar’ mau diatur. Kalau gak mau diatur gimana? Yaudah, tinggal tunggu saja hari penghisaban dan hari penyesalan sedalam – dalamnya.

Yang sangat perlu kita catat juga adalah disisi lain musuh Islam sedang menyibukan diri memikirkan bagaimana caranya merusak dan menghancurkan generasi Islam. Apakah kita mau? Jangan sampai tersadar ketika anak – anak kita telah rusak.

Tulisan ini di buat untuk saling menyemangati dan menguatkan antar sesama pengemban dakwah. Siapa yang tidak pernah futur? Tentu semua pernah. Hanya saja, pastikan kita tak berlama – lama. [Wallahu’alam]

Oleh: Monalisa Limbong

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: