Opini,  Tema Bebas,  WCR

PERSEPSI

Ketika seseorang menggunakan akalnya secara penuh, yang ia sadari adalah bahwa hidup itu hanya ibadah, hidup itu hanya untuk menghamba kepada Allah bukan kepada yang lain. Ketika hal itu terjadi maka pemikirannya juga akan berubah dalam menjalani hidup.  Karena pemikiran akan terhimpun dari informasi yang diterima dan sesuatu yang kita pelajari, dengar, lihat hingga pemikiran inilah yang akan membentuk mafahim (persepsi)

Ibaratkan warna kaca mata yang kita pakai maka warna itulah yang akan menentukan warna objek yang dilihat. Inilah perumpamaan persepsi, akan menjadi sudut pandang kita dalam melihat hidup. Persepsi akan menjadi cara kita menilai, persepsi juga akan menghantarkan bagaimana cara bersikap.

Persepsi juga menetapkan tujuan hidup dan menentukan pilihan dalam hidup. Semisal, seorang wanita dengan pendidikan tinggi akan memilih pekerjaan yang akan selaras dengan keilmuanya dengan tujuan menjadi wanita karir yang mandiri secara financial. Ia akan habiskan waktu untuk meraih apa yang menjadi tujuanya, bahkan akan mengabaikan yang tak mendukung tujuanya dan menyingkirikan segala sesuatu yang nanti menghalangi dari tujuanya, karena inilah persepsinya tentang hidup.

Ada persepsi yang tujuanya juga menjadi  wanita karir, bedanya ia berkarir surga memiliki standar yang khas. Pandangan ini berdiri diatas satu dasar yang kokoh yaitu aqidah Islam. Ketika pendidikan yang ia raih adalah suatu keberkahan ia menyadari bahwa tugasnya sebagai wanita yang ketika menikah adalah menjadi seorang istri dan seorang ibu yang memiliki peran sebagai pendidik generasi. Maka yang ia lakukan adalah mengupayakan untuk memantaskan diri agar kelak menjadi ibu pendidik yang berkualitas menurut Islam.

Contoh lain, semisal menetapkan kriteria dalam menjeput pasangan hidup. Ada orang yang menjadikan materi, paras, kemapanan, popularitas atau ada yang menetapkan kriteria agar selaras dengan tujuanya untuk membangun rumah tangga yang bervisi surga. Sehingga ketika badai kehidupan melanda ia tak akan menyalahkan keadaan atau selalu menyalahkan pasangan. Karena persepsinya tentang hidup adalah untuk berjuang untuk meraih nikmatnya surge. Ya semua pilihan-pilihan itu akan dibuat berdasarkan persepsi yang kita punya.

Jika pertanyaan seberapa penting persepsi?
Persepsi sangat penting karena dengan itu kita akan bersikap. Persepsi yang benar adalah ketika persepsi lahir dari pemikiran yang dilandaskan aqidah Islam. Tak acara lain agar memiliki persepsi Islam selain terus mengkaji dan mempelajari Islam.

Islam mengajarkan kita bahwa ada kehidupan setelah kehidupan kita yang sekarang, ini adalah bentuk persepsi dasar yang harus dipahami oleh setiap muslim. Kita sebagai makhluk itu memiliki asal dan suatu saat nanti kita akan kembali kepada asal tersebut dengan membawa seluruh apa yang telah kita lakukan tatkala berada di dunia ini untuk kemudian kita pertangggung jawabkan di hadapan pemilik kehidupan ini, pemilik jiwa ini, pemilik nafas ini, pemilik seluruh yang ada di bumi dan langit, yaitu Allah. [Wallahua’lam bis showab]

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: