Seputar Islam,  Tema Ditentukan,  WCR

PENGHUJUNG RAMADAN DALAM LINGKARAN PANDEMI

Tak terasa Ramadan telah memasuki sepuluh hari terakhir, bulan penuh maghfirah yang Allah anugerahkan untuk kita. Ramadan dikelilingi pandemi memang tidak mudah karena banyak hal yang berubah dari kebiasan dari Ramadan sebelumnya. Ramadan juga bulan kesabaran, namun tahun ini kita tak hanya sabar dalam menahan segala yang Allah haramkan tetapi juga sabar dengan ujian wabah yang tengah kita rasakan.

Berada dipenghujung Ramadan tak boleh redupkan semangat perjuangan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah meski Ramadan kali ini senantiasa dibayang-bayangi lingkaran pandemi. Kembali mengevaluasi apakah program-program Ramadan telah terlaksana atau terbengkalai. Sedih, tentu saja karena kita pasti akan berpisah dengan Ramadan ini dan tak ada jaminan berjumpa di Ramadan berikutnya.

Harapan terbesar kaum muslim ketika Ramadan usai adalah meraih kemenangan di bulan Syawal, bisakah kita raih kemenangan? Sementara aktivitas kita terbatas, tak ada kajian di masjid, tak silaturahmi saling kunjung mengunjungi, tak ada melakukan Iā€™tikaf di masjid dan tak melakukan aktivitas apapun di masjid selain kumandang adzan.

Bulan suci  Ramadan yang bernilai dan banyak keutamaan tak akan disia-siakan oleh seorang muslim yang sadar. Kunci suskes meraih kemuliaan Ramadan  adalah paham dan mengerti nilai serta keutamaan tersebut. Bagaimana memanfaatkan waktu dipenghujung Ramadan?

/Pertama/, selalu menyadari bahwa sebagai manusia kita tak luput dari dosa, masih ada kesempatan, manfaatkan penghujung Ramadan untuk meraih ampunan dan mendulang pahala.

/Kedua/, untuk dapat mendulang pahala perbanyak bertaqorrub kepada illahi. Keyakinan yang kuat kepada Allah akan mendorong kita untuk  menjalanan seluruh kewajiban serta ibadah sunah. Perbanyak membaca Alquran dengan tartil, bangun tengah malam, perbanyak sedekah dan amalan-amalan lainya. Penghujung Ramadan saatnya memburu malam Lailatul Qadhar yang merupakan keinginan semua kaum muslim.

/Ketiga/, jadikan malam sebagai waktu untuk bermuhasabah  atau evaluasi diri, mengingat segala kilaf dan memohon ampun atas semua kesalahan kepada Allah.

Disaat menyakini Allah maha segalanya tanpa batas maka saat itu keterbatasan kita juga akan memudar. Semoga Allah menerima ibadah puasa kita dan mengampuni segala dosa-dosa yang telah berlalu. Ujian keimanan yang Allah berikan di tengah pandemi semoga menaikkan level keimanan kita. Wallahua’lam bis showab.

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: