NulisPedia

Nulis Seri 4.0: Strong “Why”

Kembali founder Creator Nulis, Hanif Kristianto menjadi narasumber di CRE4Nation pekan ini. Tepat pukul 19.30 WIB acara dimulai. Tidak seperti biasanya, Hanif Kristianto memutar video Kabar Malam, di mana ia menjadi salah satu pembicara yang mengomentari berita yang diangkat di Kabar Malam tersebut.

Tidak hanya itu, forum pekanan ini pun diadakan lain dari biasanya. Yakni, dilaksanakan pada hari Selasa (29/9/2020). Bung Hanif menyampaikan perpindahan hari pelaksanaan kuliah virtual ini dikarenakan pada Rabu (30/9/2020) akan diadakan agenda SOBEK (Seputar Obrolan Keren) dengan tema “Pinter Main Twitter” bersama Liza Burhan, seorang twitter fighter.

Sebelum masuk ke sesi materi, Hanif menyampaikan kembali secara sekilas program CRE4Nation. Forum pekanan dengan 5 pemateri tetap yang akan bergantian mengisi perkuliahan tiap pekannya, yakni beliau sendiri, Al Azizy revolusi, Djumriah Lina Johan, Chusnatul Jannah, dan Rut Sri Wahyuningsih. Forum ini tidak dipungut biaya. “Hanya modal kuota,” ungkap Hanif.

Masuk ke sesi materi, Nulis seri 4.0, focus to why?

/Pertama/, most difficult answer is why.

“Di awal kelas habits, kelas dasar, dan kelas politik. Kita biasanya memberikan tugas untuk menjawab pertanyaan ini. Dan ini termasuk pertanyaan yang sulit,” terang Hanif.

/Kedua/, why do you write?

Masuk ke pertanyaan kedua, biasanya peserta memiliki jawaban beragam. “Ada yang ingin meraih pahala, menjaring jariyah lewat aksara, dll,” jelas founder Creator Nulis ini.

/Ketiga/, why do you choose opini,cerita, puisi, dll?

Beliau pun menjelaskan seringnya teman-teman itu bingung harus menulis apa? “Misal, tiba-tiba disuruh menulis opini, padahal belum pernah menulis opini. Atau semua disuruh nulis opini. Memang, tujuannya untuk membentuk public opinion agar dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan sebagainya. Sehingga ini menjadi sesuatu yang penting. Mengapa harus menulis cerita, opini, dsb,” papar beliau.

Hanif pun menekankan bagi teman-teman yang baru menulis, harus tahu strong why-nya. Alasan kuatnya apa. Misal, meraih pahala. Tidak masalah asal alasan tersebut mampu membuat anda konsisten dalam menulis. “Jangan sampai ketika berada di titik nol menjadi malas nulis dan lupa strong why,” ujarnya.

/Keempat/, why do you must with Creator Nulis?

Setiap komunitas itu berbeda. Pasti ada ciri khas atau keunikan tersendiri dari setiap komunitas menulis. Creator Nulis berbeda dengan Revowriter, dan yang lainnya. Sehingga ketika ditanya mengapa harus dengan Creator Nulis? “Misal, Creator Nulis tidak mengikat. Tidak perlu menyisipkan nama Creator Nulis. Tidak ada sistem gugur. Tidak kewajiban mengumpulkan tugas. Semua diberi kebebasan. Juga bebas memilih untuk bergabung dengan komunitas lain,” kata Bung Hanif.

Strong why (kekuatan alasan mengapa) dalam menorehkan karya akan mendorong penulis tetap teguh di jalan kuli tinta. “Sebagaimana seorang ayah atau ibu yang menginginkan anak menjadi shalih dan shalihah, segala daya upaya akan diberikan demi terwujudnya keinginan tersebut. Sama seperti ini, alasan apa/mengapa saya harus menulis. Apakah hanya sekadar ikut-ikutan. Sehingga ketika teman-teman memiliki tim penulis, tanya strong why-nya apa? Karena tugas anda mengingatkan,” jelas beliau panjang lebar.

Jenis strong why:
1.  For hobby. Bung Hanif pun menjelaskan alasan menulis karena hobi., maka dia lebih mudah untuk disuruh nulis.

2.  For money. Ia pun menjelaskan, “Contoh teman-teman yang ramai menulis buku. Mengadakan bedah buku. Tidak masalah menulis untuk uang. Seperti saya menulis untuk uang.”

3.  For victory (kemenangan). “Misal dalam dakwah, kafir Barat ini tidak bisa didiamkan sehingga butuh untuk menulis,” kata Hanif.

4.  For dignity (martabat)

5.  For salary (gaji)

6.  For family (keluarga)

7.  For sovereignty (kedaulatan)

Dan masih banyak lagi. Di akhir materi Hanif Kristianto menginfokan pembukaan kelas dasar dan kelas politik serta materinya.

Pada sesi diskusi, pertanyaan pertama dilemparkan oleh Lely asal Sulsel. Bagaimana cara mengkader tim penulis yang terdiri dari orang-orang yang baru memulai dari nol dan masih kurang motivasi? Bu Lely sebagai koordinator penulis dengan anggota 3 orang. Bung Hanif menjawab, pertama sebagai leader harus membuktikan dulu dengan karya sebagai penulis. Kedua, ketahui kondisi masing-masing anggota. Jika anggota tidak pernah nulis, maka leader menawarkan untuk mengajarkan. Ketiga, beri pelatihan. Rumus baru pun diungkapkan Hanif, “Untuk pertama kali bagi yang baru pertama kali nulis, free writing, nulis bebas selama 10 hari. Sehari 10 menit sebagai pelatihan nulis.”

Pertanyaan kedua dari Miliani, strong why mana ustadz yang paling banyak ditemukan pada banyak penulis? Hanif menjawab hanya 3, yakni dorongan materi, dorongan kemanusiaan, dorongan ruhiyah. Nulis tapi tidak ada yang baca, tidak ada yang komentar sehingga malas menulis. Kembalikan ke alasan menulis, yakni ruhiyah.

Pertanyaan demi pertanyaan pun dilontarkan kepada narasumber. Sebagai bukti akan hausnya para penulis untuk meraup ilmu sebanyak-banyaknya dari master of master Creator Nulis tersebut. Tepat pukul 21.00 WIB forum ditutup. Lebih dari 40 peserta menghadiri kuliah virtual bersama founder Creator Nulis ini. Sebuah kalimat cukup untuk menjadi oase bagi para penulis yang disampaikan oleh Bung Hanif, “Belajarlah seperti penulis kitab yang hanya mengharapkan ridha Allah.” Salam Wani Nulis. Djumriah Lina Johan melaporkan dari TKP.

Reporter: DLJ

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: