NulisPedia

NULIS SERI 2.0: ENJOY AJA KAPAN DAN DI MANA SAJA MENULIS

CreatorNulis – Creanation (Creator Nulis For Nation) kembali menggema di forum virtual zoom meeting. Bertemakan Nulis Seri 2.0. Hanif Kristianto memaparkan materi unik, asyik, dan energik. Acara dibuka dengan perkenalan program kelas menulis yang digagas Creator Nulis. Beliau sekilas memberi pencerahan bagi peserta jika ingin menjajaki dunia menulis bisa mengikuti kelas dasar dan politik di Creator Nulis.

Dalam pemaparan pertama, Pak Hanif menjelaskan maksud dari Nulis seri 2.0 adalah rumusan dasar dalam menulis. “Nulis seri 2.0 adalah rumusan saya. Tidak ada dalam buku memang. Boleh diikuti, boleh tidak. Kreasi saya sendiri,” katanya.

Menurutnya, fokus Nulis seri 2.0 adalah where and when, yaitu dimana dan kapan. Beberapa poin yang beliau sampaikan tentang where and when di antaranya:
/Pertama/, where and when we will write, yaitu dimana dan kapan kita akan menulis.

/Kedua/, where and when we will create, yakni dimana dan kapan kita akan mengkreasikan atau memproduksi tulisan.

/Ketiga/, where and when we will do, kapan dan dimana kita akan melakukan aktivitas menulis itu.

/Keempat/, where and when we will to construction idea, yaitu dimana dan kapan kita akan mengkontruksikan ide kita.

Meski tak banyak mengulas materi, sesi diskusi interaktif nampak hidup. Peserta begitu antusias bertanya. Dari pertanyaan dasar menulis hingga analisis. Suasana serius tapi santai mewarnai sesi tanya jawab. Dari 77 peserta yang hadir, beberapa pertanyaan masuk baik melalui video ataupun pesan.

“Bagaimana cara memunculkan ide menulis?” tanya salah seorang peserta. Pak Hanif menjelaskan cara memulai menulis adalah siapkan niat dan tentukan tujuan menulis. “Menemukan ide itu mudah. Ide itu ada di sekitar kita. Gunakan panca indera kita untuk menangkapnya,” jelasnya.

Beliau juga menyampaikan penyakit kronis bagi penulis adalah rasa takut, malas, dan tidak percaya diri. Untuk mengurangi rasa takut, malas, tidak PD harus dicari penyebabnya. Biasanya datang dari diri sendiri. Kalau punya niat dan tujuan menulis, penyakit kronis itu bisa berkurang. Tips sederhananya, kalau takut dan malas ya lari saja sejauh mungkin karena itu berasal dari faktor internal.

“Bagaimana cara menulis opini yang analisisnya bisa greget?” tanya peserta. “Agar opini Anda greget, bisa ikut kelas politik. Nanti diajari tips dan triknya. Standar menulis yang bagus adalah kalau Anda sudah menulis 100 tulisan,” ungkap founder Creator Nulis ini.

Pembina kelas dasar dan politik ini menuturkan bahwa menulis itu harus menjadi kebiasaan, membuat target menulis semisal dalam sebulan menghasilkan berapa tulisan. Beliau memaparkan tentang ciri tulisan yang baik. Menurutnya, tulisan yang baik itu diterima oleh media yang kita kirimi; menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai PUEBI; ada fakta, analisis, dan solusi.

“Jadi penulis itu harus tahu diri ya. Artinya, bisa mengukur kemampuan diri, jangan langsung ingin terbang tinggi. Kalau bisa belajar merangkak dulu, berjalan, berlari, baru terbang. Kalau sudah terbang, menulis dalam satu jam sudah bisa,” pungkasnya.

Beberapa pertanyaan lain dari peserta adalah seputar trik dan tips menulis dimana dan kapan. Beliau menjelaskan semua penulis memiliki tempat spesial yang berbeda-beda. Seperti dimana kita harus menulis, dimana baru bisa menuangkan gagasan. Kalau kita terbiasa dengan deadline itu luar biasa. Triknya agar menulis bisa sesuai deadline adalah tahu kapan ada tugas menulis dan segera selesaikan. Beliau juga mengingatkan terkait tulisan SARA, yaitu perlu memahami SARA itu apa dan usahakan tidak ada kalimat negatif di nama, kelompok, atau lembaga.

Sebagai penutup, beliau berpesan, penulis itu harus mulai menentukan waktu terbaik menulis; kapan dan dimana harus mengeksekusi tulisan; serta kapan dan dimana harus mendapatkan ide. Itulah jurus mudah fokus menulis ala guru Hanif. Semoga acara ini bermanfaat dan menambah motivasi para peserta memahami ilmu dasar menulis. Salam wani nulis. [Jannah]

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: