NulisPedia

NULIS SERI 1.0 : REVOLUSI DARI FOKUS WHAT?

Creator Nulis—Awalanya peserta dibuat penasaran dengan tema Big Event CREANATION (Creator Nulis for Nation) yaitu Nulis Seri 1.0. Rabu (19/8/2020) melalui Zoom Meeting online Hanif Kristianto memaparkan tema acara. Kali ini hal paling mendasar dalam dunia kepenulisan. Dihadiri 41 peserta dari berbagai genre usia tak menyurutkan semangat mencicipi ilmu dari beliau. Tak ketinggalan dari Islamabad, Pakistan, hadir menyimak.

Diawali dengan perkenalan singkat tentang Creator Nulis. Disebutkan Creator Nulis merupakan komunitas belajar nulis untuk mewadahi para penulis ataupun calon penulis untuk mengasah diri. Ada beberapa kelas yang bisa diikuti di Creator Nulis, yaitu kelas dasar, politik, dan habits.

“Menulis itu pekerjaan berat, butuh sebuah keikhlasan untuk menjalankannya.” Kata Hanif Kristianto yang sejak 2005 telah berkarya dan menghiasi media cetak.

Tambahnya, bahwa Menulis 1.0 fokusnya adalah pada what. Inilah satu hal mendasar dalam menulis. Proses awal menulis dimulai dari what.

/Pertama/ What will write, yakni apa yang akan ditulis. Hal ini seringkali dialami oleh penulis pemula. Bingung mau menulis apa.

/Kedua/ What will create, yaitu apa yang akan kita buat. “Kira-kira kita mau membuat tulisan model apa? Setiap penulis punya misi sendiri-sendiri, punya tujuan sendiri. Misalnya mau menulis cerita, puisi, opini, dan sebagainya,” lanjutnya. 

/Ketiga/ What will do, yaitu apa yang akan kita lakukan. Keempat, what idea, yaitu ide menulis. Terakhir, what construction idea, yaitu kontruksi ide tulisan seperti apa.

Tak banyak mengulas materi, beliau langsung membuka sesi diskusi interaktif dengan para peserta. Beragam pertanyaan peserta menampakkan antusiasme peserta menyimak penjelasan Pak Hanif.

“Di antara kesalahan atau dosa besar bagi penulis pemula adalah tulisan ingin bagus, ingin sempurna, dan enak dibaca. Berproseslah seperti mutiara, jangan seperti mie instan,”ungkap Hanif yang juga pernah menjadi juara 1 lomba cerpen.

“Mulailah dari tulisan sederhana. Menulis itu mudah semudah menulis status di media sosial,” jelasnya memotivasi peserta zoom meeting.

Muncul pertanyaan dari peserta, “Bagaimana agar sebuah tulisan bisa berkembang menjadi tulisan yang bagus?”

Pak Hanif lantas memberikan tips sederhana sesuai tema yang diangkat kali ini.

“Jika ingin menulis opini untuk mencari what, paling mudah dicari dalam berita. Sebelum itu, tentukan dulu opini apa yang mau ditulis. Kalau opini politik, cari berita yang membahas politik dan seterusnya. Setelah tahu unsur what-nya, lalu diapakan? Minta masukan dari tim bila Anda memiliki tim penulis atau teman yang bisa membimbing dalam menulis,” paparnya.

“Agar ide tidak macet, mulailah fokus menulis tentang apa? Misalnya politik, keluarga, nafsiyah, dll. Selain itu, beliau mengatakan membaca adalah cara terbaik memperkaya kosakata. Kalau ada ide, catat idenya, tabunglah ide dalam bank atau catatan Anda. Disimpan dulu,tidak harus langsung dieksekusi. Jika tidak punya ide, mintalah ide pada teman,” terangnya panjang lebar.

Pak Hanif juga memberi gambaran agar para penulis berani mempublikasi tulisannya sendiri di akun media sosial masing-masing. Di akhir tulisan, minta pembaca memberi komentar, kritik, atau saran.

Di akhir pemaparan, beliau menyampaikan konstruksi ide bisa dibuat dengan menuliskan ide umum dulu lalu menyusun poin-poin pentingnya. Selanjutnya dikembangkan menjadi tulisan panjang. Beliau menyebutnya dengan istilah outline tulisan.

Beliau juga memberi tanggapan dari peserta bahwa setiap penulis punya gaya menulis masing-masing. Menurut beliau, tidak semua orang menulis bisa mengajarkan teori menulis. Untuk itu, bagi para penulis yang masih memiliki kendala menulis bisa mengikuti kelas menulis.

“Jika punya tim menulis, coba diseleksi menulis tema apa. Sebab, menulis opini itu berat; mintalah para penulis untuk memfokuskan diri menulis tentang apa; atau bisa mengadakan zoom meeting kepenulisan. [Kami] siap memfasilitasi untuk menambah forum kepenulisan khusus perempuan,” tawarannya kepada peserta.

Akhir kata, semoga acara CREANATION menjadi inspirasi bagi peserta, tidak bermaksud menggurui atau menjadi yang terhebat. Forum ditutup dengan quote menarik dari guru Hanif, “Ilmu itu dari Allah, saya ini hanya wasilah. Kalau Anda mendapat kebaikan, itu akan menjadi berkah.” [JN]

Oleh: Jannah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: