NulisPedia

NGOMPORIN ALA CREATOR NULIS

Forum kece Creator Nulis For Nation yang disingkat CRE4NATION kembali digelar. Forum yang telah sukses pada pekan pertama dan kedua lalu, kini menghadirkan narasumber ternama kelas nasional yang nama dan tulisannya telah tersebar di se-antero Indonesia. Baik di media skala daerah maupun nasional semisal RMOL.id, Kumparan.com, maupun MuslimahNews.com. Lebih dari 70 peserta hadir pada Rabu (26/8/2020) untuk menyimak pemaparan Chusnatul Jannah, anggota Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban.

Tepat pukul 19.30 forum dibuka oleh founder Creator Nulis, Hanif Kristianto. Sebelum masuk ke materi, mbak Chusnah menyampaikan sedikit pengalaman awalnya terjun ke dunia kepenulisan opini. “Ada perbedaan menulis dengan bergabung kelas menulis atau tidak,” ungkapnya.

Pada tahun 2017, tulisannya telah dimuat di Majalah Al Waie terkait pemuda. Hal ini memicu semangatnya untuk menempa diri dan pada awal tahun 2018 mulai tertarik ikut Creator Nulis. Di komunitas inilah ia menemukan jati dirinya sebagai penulis opini dengan analisis tajam dan tepat sasaran. Bahkan mbak Chusnah dijuluki Nasjo versi akhwat.

Masuk ke sesi materi Ngopini. Chusnah mengungkapkan, “Peminatan saya terhadap penulisan opini setelah saya ikut kelas politik. Dan saya menemukan passion saya di situ.”

“Definisi opini, karya tulis berupa pendapat. Tujuan beropini untuk menyebarkan gagasan atau ide dari hasil pemikiran kita sendiri. Bila belum terbiasa, maka dimulai dari mengomentari berita. Sehingga terdapat rasa opini kita. Bukan hanya sekadar copas berita sana-sini,” jelasnya.

Pertama, baca. Berita, artikel, atau pendapat tokoh. “Saya selalu menerapkan ATM (amati, tiru, dan modifikasi) bukan meng-copas tetapi melihat dan mengolahnya dengan gaya bahasa sendiri,” ujar Chusnah.

Kedua, mencatat. Bisa disimpan di HP atau dikirim ke no suami.

Ketiga, analisis. Ia pun mengungkapkan, “Nggak akan ada opini jika tidak ada analisis. Tidak bisa dikatakan opini jika tidak ada analisis. Analisis ini bisa dimulai dengan pertanyaan why dan how.”

Keempat, tulis. Jika hanya dipikirkan tidak akan menjadi opini. Sehingga butuh ditulis. Jika tidak PD kirim ke media maka posting saja di sosial media sendiri.

Kemudian, mbak Chusnah masuk pada penjelasan struktur tulisan opini, judul, lead, isi, ending. Beliau sering mendapati tulisan yang lantas melompat langsung ke solusi. Tidak dijelaskan kenapa begini dan begitu.

“Ketika saya menulis, saya memposisikan diri saya sebagai pembaca,” terang beliau. Hal ini dilakukan agar tulisan enak dibaca dan dapat dipahami bahkan oleh masyarakat awam sekalipun.

Ngompor sana-sini. Chusnah terkenal menjadi seorang penulis yang acapkali menulis opini atas berita-berita viral dan up to date. Bahkan tulisannya pernah viral dan dishared oleh lebih dari ratusan warganet. Ia pun berbagai kiat-kiat yang biasa ia lakukan.

Pertama, jadilah penulis pertama.

Kedua, aktif menulis.

Ketiga, anglenya menarik. “Kalau saya pribadi suka buat TOR sendiri,” terangnya menambahkan.

Keempat, shared. “Jangan malu nge-shared tulisan sendiri.”

Kelima, konsisten menulis. Sehingga secara otomatis masyarakat mengenal kita sebagai penulis.

Keenam, jangan pernah berhenti menulis.

Alhamdulillah acara berjalan lancar. Peserta pun antusias bertanya pada sesi diskusi. Banyak ilmu dan tips baru yang dibongkar Chusnah khusus untuk peserta CRE4NATION malam itu. Semua merasa terpana mendengarkan tutur kata halus dari seorang Chusnatul Jannah. Tak menyangka, dengan sosoknya yang imut memiliki pemikiran yang berkelas dan sudut pandang serta analisis yang makjleb. [Lina]

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: