Opini,  Tema Bebas,  WCR

NEW NORMAL, NARASI TIPU-TIPU

Selama pandemi banyak muncul istilah-istilah baru. Saat ini tengah ramai diperbincangkan adalah kebijakan new normal yang akan diberlakukan penguasa dibeberapa wilayah Indonesia. Kebijakan new normal membuat siapa saja akan bebas keluar dan masuk daerah manapun, baik yang terkena wabah ataupun yang tidak. Semua fasilitas umum akan dibuka semisal mall, bandara, stasiun dan lainya. Jelas tempat-tempat ini akan memicu terjadinya kerumunan yang luar biasa.

Seharusnya yang dilakukan penguasa adalah memperketat aturan lockdown beserta pemenuhan kebutuhan rakyat secara penuh tapi justru yang dilakukan adalah mengambil kebijakan new normal atau pola hidup baru untuk berdamai dengan corona. Sungguh ini adalah narasi tipu-tipu, meski sekilas nampak baik namun jika ditelisik lebih dalam ini hanya mengembalikan kehidupan normal bagi para kapitalis untuk meraup untung.

Dilansir (detikfinance, 27/05/2020) new normal adalah senjata Jokowi untuk pulihkan ekonomi. Slogan-slogan yang dilontarkan seolah memperbaiki keadaan dalam keterpurukan ekonomi akibat pandemi “mengurai pengangguran dan kelaparan” bukankah selama ini lapangan pekerjaan justru dikuasai tenaga kerja asing? Bukankah rakyat hanya tumbal? Lagi-lagi penguasa mengeluarkan kebijakan yang tidak masuk akal.

Presiden Jokowi juga menyampaikan, setelah kebijakan ini dikelurkan diikuti serta dengan protokol kesehatan yang ketat dengan menjaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan, dilarang kerumunan, Ia begitu yakin jika ini disosialisasikan secara masif akan menurunkan kurva kasus positif di Indonesia (CNBC Indonesia, 27/05/2020) Ada hal yang harus kita pahami bahwa kebikan PSBB yang diambil penguasa saja merupakan sikap angkat tangan penguasa terhadap keselamatan rakyat dan kebijakan sama sekali tak mampu mengatur, yang terjadi justru pelangggaran dimana-mana. Apalagi memberlakukan new normal di tengah kurva yang kian naik. Tidak ada jaminan masyarakat mengikuti instruksi sebab tekanan kebutuhan perut yang lebih besar.

Penguasa tak mengukur bayang-bayang. Apakah negara ini siap ketika kebijakan new normal ini diambil. Jangan sampai kebijakan ini justru jadi bunuh diri masal.

/Penerapan Sistem Islam akan membuat hidup Menjadi Normal/
Sistem kapitalis akan memposisikan siapa saja dalam bahaya demi memuluskan kepentinganya. Tak masalah jika mempertaruhkan jiwa-jiwa rakyat kecil asal materi yang menjadi standar hidup mereka raih, karena itulah keadaan normal bagi mereka.

Sementara normal dalam Islam hidup sesuai fitrah manusia, sebagaimana yang telah Allah tetapkan. Bagaimana mungkin hidup di tengah bahaya adalah fitrah manusia. Manusia tak akan ada yang menginginkan hidup di tengah bahaya, normalnya ia akan berusaha keluar dari bahaya. Senantiasa berikhtiar bukan pasrah kemudian berdamai dengan bahaya. Meski ada yang kita pahami bahwa keberadaan pandemi ini adalah ketetapan Allah tak bisa dihindari karena diluar kemampuan kita, sikap sebagai seorang muslim adalah menerima keadaan. Namun ada ranah yang kita kuasai bahwa kita bisa berikhtiar agar pandemi ini tidak bertahan lama disuatu wilayah. Normalnya manusia itu ingin hidup dengan nyaman, aman dan tentram.

Indonesia itu negeri kaya, namun kaya saja tak cukup untuk bisa mencukupi harus ada aturan yang mampu mengelolanya agar bisa mencukupi hidup rakyat, apalagi di tengah wabah. Kembalinya kita pada aturan yang telah Allah tetapkan, aturan dan kebijakan yang tak akan pernah mengandung narasi tipu-tipu, aturan yag tidak memiliki muatan kepentingan. Karena bertindak dan berbuat semata-mata hanya untuk meraih rido Sang Penguasa bumi dan langit.

Sistem yang berasal dari Sang Maha Pencipta, yang paling mengetahui apa dibutuhkan dan yang terbaik bagi ciptaanya. Aturan yang tak akan melangggar fitrah manusia. Karena normalnya manusia adalah tunduk dan taat pada aturan Sang Maha Penguasa yaitu Allah SWT, bukan pada aturan buatan manusia yang pada hakikatnya lemah dan terbatas. [Wallahua’lam bis showab]

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: