Opini

MODERASI ISLAM MENGANCAM TSAQOFAH GENERASI MUSLIM

Konten radikal yang termuat di 155 buku pelajaran agama Islam telah dihapus oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. Namun, untuk materi Khilafah tetap ada di buku-buku tersebut. Dalam buku agama Islam hasil revisi itu masih terdapat materi soal khilafah dan nasionalisme.

Kendati demikian, Menag memastikan buku-buku itu akan memberi penjelasan bahwa khilafah tak lagi relevan di Indonesia. Menag mengungkapkan, penghapusan konten radikal tersebut merupakan bagian dari program penguatan moderasi beragama yang dilakukan Kemenag.(makasar.terkini.id, 2/7/2020)

Didalam buku Mafahim Islamiyyah karya Muhammad Husain Abdullah, vol 2, 18, menjelaskan bahwa sikap moderat atau jalan tengah sendiri mulai dikenal luas pada masa abad pencerahan di Eropa. Sebagaimana diketahui, konflik antara pihak gerejawan yang menginginkan dominasi agama dalam kehidupan rakyat dan kaum revolusioner yang berasal dari kelompok filosof yang menginginkan penghapusan peran agama dalam kehidupan menghasilkan sikap kompromi. Sikap ini kemudian dikenal dengan istilah sekularisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan publik.

Dalam buku “The Search for Moderate Islam” karya Lawrence Auster, 28 January 2005, menuliskan bahwa para pemikir barat secara umum memiliki kriteria yang hampir seragam tentang Muslim yang dikategorikan moderat. Daniel pipes, misalnya, mengungkapkan sejumlah karakter Muslim moderat antara lain: mengakui adanya persamaan hak-hak sipil antara Muslim dan non-Muslim, membolehkan seorang Muslim berpindah agama, membolehkan wanita Muslim menikahi pria non-Muslim, menerima dan setia pada hukum pemerintahan non-Muslim yaitu lebih berpihak pada hukum sekuler ketika terdapat pertentangan dengan budaya Islam.

Muslim moderat sendiri bagi sejumlah pemikir barat dipandang sangat cocok untuk hidup damai dengan seluruh orang di dunia, sebaliknya Muslim radikal sangat berbahaya karena bermaksud menyingkirkan barat dan memperoleh kembali kejayaan Islam yang telah hilang.

Jika demikian faktanya, maka moderasi materi khilafah dan jihad sangatlah berbahaya bagi pemahaman generasi Muslim. Moderasi Islam sejatinya adalah propaganda barat sebagaimana yang digambarkan oleh lembaga kajian strategis Amerika serikat Rand Corporation dalam “Building Moderate Muslim Networks.”

Dalam buku yang berjudul Building Moderate Muslim Networks, yang juga ditulis oleh Angel Rabasa dkk. pada tahun 2007, kembali Rand Corp mengungkap kewaspadaannya, bahwa interpretasi Islam yang radikal dan dogmatis telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir di banyak masyarakat Muslim. Keberadaan kaum radikal ini, menurut Rand Corp, telah berhasil mengintimidasi, meminggirkan atau membungkam kalangan Muslim moderat. Padahal Muslim moderat inilah kunci dari penyebaran budaya demokrasi di Dunia Islam.

Siapa yang menjadi sasaran prioritas? Rand Corp menyebut antara lain:

/Satu/ Akademisi dan intelektual Muslim Liberal dan sekular.

/Dua/ Sarjana agama muda yang moderat.

/Tiga/ Aktivis masyarakat.

/Empat/ Kelompok perempuan terlibat dalam kampanye kesetaraan gender.

/Llima/ Wartawan dan penulis moderat.

Isu yang diangkat, menurut Rand Corp, antara lain:

/Pertama/ Pendidikan demokrasi, terutama program yang menggunakan teks dan tradisi Islam untuk ajaran otoritatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan pluralistik.

/Kedua/ Dukungan untuk media moderat sangat penting untuk memerangi dominasi media dengan elemen Muslim anti-demokrasi dan konservatif.

/Ketiga/ Kesetaraan gender. Isu hak-hak perempuan adalah medan pertempuran utama dalam perang gagasan dalam Islam. Promosi kesetaraan gender adalah komponen penting dari setiap proyek untuk memberdayakan Muslim moderat.

/Keempat/ Advokasi kebijakan kaum Islamis yang memiliki agenda politik dan kaum moderat juga perlu terlibat dalam advokasi kebijakan. Kegiatan advokasi penting untuk membentuk lingkungan politik dan hukum di Dunia Muslim.

Itulah mengapa moderasi Islam wajib ditolak karena  Ini adalah penyesatan sistematis terhadap ajaran Islam. Kebijakan ini menghasilkan kurikulum pendidikan sekuler anti Islam. Kurikulum yang menjadi rujukan mengarahkan anak umat memperjuangkan tegaknya Islam diganti materi yang mendorong mereka mengganti Islam dengan sistem buatan manusia.

/Khilafah dan Jihad Adalah Ajaran Islam/

Sejatinya khilafah dan jihad adalah sebagian ajaran Islam yang keduanya tersurat dan tersirat dalam Alquran dan Sunnah. Diuraikan para ulama dalam turats mereka jelas dan terang benderang, tidak ada kesamaran bagi mereka yang menggunakan akal sehatnya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

” Kalian wajib berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khalifah Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku, gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham.” ( HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Pun Imam Al Mawardi dalam kitab-nya al-a/Ahkam as-Sulthaniyyah wa al-wilayat ad-Diniyyah  halaman 3 menyatakan;

 “Imam atau Khilafah dibuat untuk menggantikan kenabian dalam menjaga agama dan mengurus dunia”.

Dalam penerapannya khilafah akan menjamin keberlangsungan kehidupan Muslim maupun non-Muslim yang menjadi warga negaranya. Mereka akan diurus sesuai dengan hukum syariat yang berlaku kepada mereka. Khilafah menciptakan kerukunan serta keamanan warga negaranya yang multi etnis, suku ,bangsa, ras dengan toleransi Islam yang benar sehingga tidak terjadi diskriminasi antar sesama.

Bahkan fakta sejarah mencatat dua per tiga dunia pernah di bawah kekuasaan Islam yang sebagian dibebaskan dengan jihad sehingga membentuk peradaban besar yang pernah ada.

Maka upaya Kemenag memberi makna baru pada ajaran Islam yaitu khilafah dan jihad yang sejalan moderasi berarti menghadirkan makna ajaran Islam tanpa landasan kitab mu’tabar dan semakin menunjukkan bahwa ini adalah rezim sekuler liberal yang memisahkan agama dengan kehidupan sehingga kehidupan bebas tanpa diatur oleh syariat.

/Sikap Kita Sebagai Muslim Sejati/

Islam merupakan agama yang sempurna, syariat yang mengatur seluruh aspek kehidupan, baik hubungan manusia dengan dirinya, hubungan manusia dengan sesamanya dan hubungan manusia dengan sang pencipta.

Totalitas dan kesempurnaan Islam tentu tidak akan tampak kecuali jika kaum muslim mengamalkan Islam secara kaffah dalam seluruh segi kehidupan.

Inilah yang Allah subhanahu wa ta’ala perintahkan secara tegas dalam Alquran

 “Hai orang-orang yang beriman masuklah kalian kedalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian.” (QS Al-Baqarah: 208)

Maka kita patut waspada terhadap moderasi agama yang digaungkan penguasa. ini merupakan ciri khas rezim sekuler liberal yang menyesatkan umat dari jalan kebenaran Islam. sudah semestinya bagi kita kaum muslimin untuk mempelajari ajaran Islam secara utuh dan juga mengambil ajaran Islam secara keseluruhan atau kaffah dalam seluruh aspek kehidupan kita, tidak memilih-milih ajaran Islam mengambil yang disukai dan membuang yang dibenci.

Sebab jika seperti ini, akan timbul kerusakan di muka bumi dan mengundang azab Allah subhanahu wa ta’ala sesuai firman-Nya;

 “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” ( QS. Al-A’raf: 96)

Oleh: Nabila Zidane (Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban)

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: