Hikmah

MENULISLAH WALAU BERAT

Menulis sebenarnya paling asyik disaat tak ada orang yang mau dengarkan rintihan hati, namun kertas tanpa mata dan telinga setia menemani curahan hati. Engkau goreskan apa saja, semua bisa dan kertas pun menerima apa saja tanpa melarangmu mencoretnya dengan tinta, menulislah walau itu terasa berat.

Alangkah bahagianya jika kertas itu bisa bercakap dan mau jadi teman yang memberi nasehat, namun tak mengapa kertas saja sudah cukup saat menjadi tempat sandaran hati berbagi duka dan lara. Tapi sayangnya kertas adalah benda tak bernyawa dan dia pun terserah padamu yang menggoreskan tinta atau crayon berwarna. Walaupun begitu kita punya guru yang selalu membuat hati sabar dengan tholabul ilmi dan kita juga punya Tuhan yang terbaik tempat kita mengungkap rasa yaitu Allah SWT.

Allah itu tuhan kita yang Maha Esa dan peduli pada hambaNya yang lemah tak berdaya. Hamba-Nya yang taat meski teraniaya. Apapun bisa terjadi saat ini, entah keluarganya penganiaya ataupun para tetangganya jadi pecundang seumur hidup. Namun, Allah Maha Penolong akan selalu hamba-Nya yang terdzolimi. Walau tak seorangpun manusia sanggup menolongmu teraniaya oleh orang yang kejam.

Allah Maha tau akan hamba-Nya, begitu juga dengan kejelekanya, walau tersembunyi di gua sekalipun. Namun pastikan kita hanya tetap bergantung pada Allah semata, dari kejahatan manusia dan jin apabila dia mendengki kepada manusia. Allah, hamba sangat membutuhkan pertolongan-Mu agar selamat dunia dan akhirat. Ampunilah dosa hamba yang tak sabar ini.

Oleh : Desti Marzuliantini

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: