Hikmah

MENIKAH TANPA PACARAN

Gimana ceritanya ya menikah tanpa pacaran? Kalau gak pacaran gak tau dong gimana tingkah laku pasangan kita nanti? Nikah kan gak main-main, harus kenal dulu gimana orangnya, keluarganya, bibit, bebet, bobotnya. Orang yang pacaran sebelum nikah aja, bisa cerai, konon lagi yang menikah tanpa pacaran? Emang bisa langgeng tuh nanti rumah tangganya? Begitulah segelintir pertanyaan orang-orang mengenai Menikah Tanpa Pacaran.

Sini sini aku bisikin. Menikah itukan sunnah, ingin menggenapi separuh agama kita, menjadi pakaian terbaik kita kala susah dan senang, tentu tak ada yang mau menikah dengan orang yang tidak kita kenal.

Namun aku balik bertanya, apakah Rasulullah menikah, harus Pacaran dulu? Lagian, sudah ada dalil Alquran tentang menjauhi zina, sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 32)

Mendekati zina aja gak boleh ,apalagi sampai berzina. Kita tau, pacaran itu mendekati zina, dan berawal dari pacaran, ujungnya berzina, menyebabkan wanita menjadi hina. Sebelum terlambat, cepatlah taubat, agar hidup selamat dunia akhirat.

Alhamdulillah, Allah Maha Baik ketika hambaNya berusaha untuk bertaubat, dan ingin untuk taat. Dikasih bonus sama Allah, laki-laki sejati yang ingin langsung menikahi tanpa memacari. Yang langsung mendatangi wali untuk meminta izin menikahi.

Namun sebelum menikahinya,kita harus mengenalnya dengan cara yang Allah ridhoi, yaitu Ta’aruf. Saling bertukar biodata, bertanya tentang visi-misi menikah, menanyakan gimana keluarganya, dan kita juga bisa bertanya gimana sifatnya kepada orang-orang terdekatnya atau temannya, karena mereka lebih tau bagaimana karakter asli sicalon. Dan tentunya meminta petunjuk kepada Allah apakah memang dialah jodoh terbaik yang Allah pilihkan untuk kita.

Ta’aruf gak perlu lama-lama, kalau sudah tau apa yang ingin kita ketahui tentangnya, dan mantap hati untuk memilihnya, maka segera dilangsungkan pernikahannya. Ta’aruf juga tidak sama seperti pacaran, yang keluar bareng, jalan bareng, chat mesra, atau sebagainya.

Dan menurutku, orang yang pacaran itu kebanyakan saling menutupi keburukannya, berusaha menampilkan kebaikannya. Lain halnya dengan ta’aruf, buruk, cacatnya kita harus diberi tahu agar tidak menyesal saat menikah.

Kenapa banyak orang yang pacaran sebelum nikah, lalu rumah tangganya berantakan, sering bertengkar, dan serasa hambar? Karena mereka sudah menikmati kemesraan sebelum menikah, yang enak maunya, maka ketika yang gak enak datang menimpa rumah tangga, mereka gak bijak menyikapinya. Menikah tanpa pacaran itu MasyaAllah indah sekali sobat, gak pernah hambar,  saling memahami, dan melengkapi kekurangan kita.

Jadi buat sobat-sobat yang masih Pacaran, TTM an, atau apalah itu yang mendekati zina, saya rekomendasikan baca buku #UdahPutusinAja karya Ust. Felix Siaw,  mudah-mudahan hati dan fikiran tercerahkan, kemudian Allah pasti akan berikan jodoh yang terbaik di waktu yang tepat [Wallahu a’lam bisshowab]

Oleh: Ummu Taqiyya

0Shares

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: