Opini

MENGATASI KEKHAWATIRAN ORANG TUA AKIBAT MARAKNYA BERITA PROSTITUSI ARTIS

Minggu ini viral kembali penangkapan seorang artis yang diduga pelaku prostitusi online. Sebagai orang tua pasti ada rasa  kekhawatiran jika nanti anak-anak kita tertular atau  meniru perilaku artis, mengingat artis adalah public figure.

Memang di era keterbukaan informasi seperti sekarang dimana semuanya serba internet, segala macam media seperti facebook, instagram, twitter, youtube dan lain lain sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak kita sehari-hari.

Di satu sisi menyebabkan dampak positif namun disisi yang lain tanpa pengawasan orang tua, penggunaan teknologi ini akan bisa berdampak negatif kepada pemikiran dan perilaku anak-anak.

Karena masyarakat sekarang adalah masyarakat liberal dimana orang-orang sebagian besar tidak menggunakan standar halal dan haram. Oleh karena itu tayangan-tayangan baik di youtube, di twitter, di Instagram dan berbagai postingan-postingan di medsos adalah postingan yang sering kali tidak mengajak orang kepada keimanan dan kebaikan. 

Kebanyakan postingan-postingan tersebut memamerkan kekayaan, memamerkan aurot atau memberi contoh berbagai macam perilaku yang menjurus kepada kemaksiatan. Ini adalah suatu kondisi yang riskan, beresiko buruk untuk generasi masa depan.

Generasi muda kaum muslimin dikhawatirkan akan tertulari perilaku artis-artis itu. Apalagi jika anak-anak sampai mengidolakan dengan meniru gaya baju, gaya rambut, gaya make up hingga gaya hidup sang artis idola. 

Kalau sudah terlanjur idola biasanya senang sekali (cinta buta), maka biasanya mereka tidak akan bisa diberitahu dan cenderung melawan orang tua saat dinasehati. Inilah bahayanya, jika artis melakukan sesuatu yang tidak benar, bisa berdampak besar di masyarakat.

Apa yang harus dilakukan orangtua agar anak-anaknya tidak terjerumus kepada perilaku yang dilaknat oleh Allah SWT?  

/Pertama/ Wajib ditanamkan sedini mungkin akidah yang kuat kepada anak. Ditanamkan akidah kepada anak-anak bahwasannya yang menciptakan kita adalah Allah SWT. Allah yang menciptakan dan Allah juga yang menentukan aturan dimana aturan tersebut adalah untuk kebaikan kehidupan kita sendiri. Apa yang kita lakukan di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Jadi kita hidup tidak hanya di dunia saja kelak akan ada kehidupan yang kekal abadi di akhirat.

/Kedua/ Harus disampaikan hukum-hukum syara’. Hukum mulai dari hal-hal yang terkait dengan kewajiban dirinya. Misalkan, kewajiban menutup aurat bagi seorang muslimah, jika keluar dari rumah harus memakai kerudung dan memakai jilbab,

larangan bertabarruj, larangan berkhalwat, bagaimana pergaulan dengan lawan jenis, boleh tidak berdua-duaan, boleh tidak berboncengan, itu semua harus dipahamkan kepada anak-anak mulai dari kecil, kemudian dibiasakan. 

Perkara baju saja, kalau tidak  dibiasakan sejak kecil menutup aurat, ketika besar baru diberitahu yaitu pada waktunya balig, maka anak tersebut akan susah sekali untuk di atur (panaslah, merasa gak modislah, merasa gak nyamanlah dll). Apalagi sang ibu tidak memberi teladan bagaimana cara menutup aurat dengan benar, jadinya susah sendiri.

Jadi disamping menanamkan akidah kepada anak, anak juga butuh contoh teladan dari sang ibu selaku pendidik utama sang anak.

Ibu wajib paham tsaqofah Islam agar dapat memberi pemahaman tentang hukum syara’ sampai rinci kepada anak-anaknya. Perkaranya apa saja? Semuanya, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali.

InsyaAllah jika anak-anak dididik seperti itu kemudian para ulama, tokoh-tokoh masyarakat dan komponen-komponen lainnya yang ada di masyarakat bersama-sama dan bersinergi, mengontrol setiap kerusakan yang terjadi di tengah-tengah umat. Saling mengingatkan merupakan senjata yang paling ampuh dalam upaya menyelamatkan generasi ini dari kerusakan sosial.

Namun  kedua langkah tersebut tidak akan bisa dilaksanakan secara maksimal tanpa adanya peranan negara. Karena dalam pandangan Islam negara bertanggung jawab penuh untuk memelihara akidah Islam rakyatnya dan melaksanakan hukum-hukum Allah SWT. secara sempurna di tengah-tengah kehidupan. 

Aparat negaralah yang seharusnya proaktif melakukan pencegahan sesuai dengan syariat Islam.  Lebih dari itu negara adalah pengontrol atas materi atau isi media-media yang ada, apakah tayangan televisi, materi siaran ataupun isi dari berbagai tayangan dan postingan di media sosial yang beredar di masyarakat. Kemudian negara  menerapkan aturan yang tegas bagi para pelanggar syariat. Insyaallah perkara-perkara kemaksiatan tidak tambah meluas, tidak karu-karuan dan menjadi rusak seperti sekarang ini.

Oleh karena itu, keberadaan sebuah institusi negara yaitu Daulah Khilafah Islamiyah adalah satu hal yang mendesak bagi seluruh kaum Muslimin. Dengan institusi inilah semua aturan Islam dapat ditegakkan.

Oleh: Nabila Zidane (Forum Muslimah Peduli Generasi dan Perdaban)

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: