NulisPedia

MENDULANG PAHALA DI BULAN RAMADAN

Marhaban ya Ramadan

Alhamdulillah ya, Gaes. Tak terasa, sudah setengah bulan lebih kita menjalankan shaum di bulan Ramadan. Oh iya, apa saja nih yang sudah kita raih selama setengah bulan ini? Sudahkah, kita mengisi hari-hari di bulan yang mulia ini dengan banyak amalan sholih? Bakalan rugi banget loh, jika kita menyia-nyiakan kehadirannya.

Seperti yang sudah kita pahami nih, gaes. Bulan Ramadan merupakan bulan yang dinanti-nantikan kehadirannya oleh umat Islam. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat dan penuh berkah. Allah memberikan keistimewaan di bulan yang mulia ini. Allah memuliakan bulan Ramadan dari bulan-bulan lainnya dengan memilihnya sebagai bulan diturunkannya Alquran Al-Karim.

Sudah semestinya kita bahagia dapat berjumpa di bulan ini, bukan hanya karena diwajibkannya puasa, berbuka, sahur, ataupun sholat tarawih. Tetapi karena diturunkannya Alquran kepada Nabi Muhammad saw. Selain terdapat keistimewaan, juga terdapat banyak sekali keutamaan di dalamnya. Sehingga tak heran, jika banyak orang yang berlomba-lomba meraih pahala sebanyak-banyaknya di bulan yang dimuliakan ini.

Akan tetapi, sayang beribu sayang banyak kita jumpai orang-orang malah menyia-nyiakannya. Kemaksiatan beredar dimana-mana. Entah maksiat yang dijalankan menghasilkan dosa besar hingga ke dosa yang kecil. Mulai dari berzina, pacaran, meminum minuman keras, terumbarnya aurat di berbagai media, seolah-olah menjadi hal yang biasa.

Parahnya lagi, kebanyakan dari mereka melakukannya tanpa sedikitpun rasa malu dan bersalah. Allah mewajibkan berpuasa atas kaum muslim, bukan hanya menahan rasa lapar dan haus. Tetapi menahan syahwat, hawa nafsu agar tidak condong kepada kemaksiatan. Bahkan orang yang sudah berstatus suami istri, haram melakukan hubungan suami istri di tengah menjalankan puasa.

Bagaimana mungkin, kita berpuasa tapi tidak menyempurnakan diri dalam totalitas beribadah kepada Sang Rabb? Dalam waktu yang bersamaan, seakan-akan kita melaksanakan kewajiban Allah, tetapi kita mengabaikan kewajiban Allah yang lain. Sebut saja berpuasa, hukum bagi seorang mukmin adalah wajib, sedangkan menutup aurat secara sempurna juga wajib.

Rasulullah saw. bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath-Thabrani)

Wah sayang sekali dong, pahala puasa menjadi lenyap seketika. Hanya menahan haus dan lapar yang ia dapatkan. Tanpa disadari hal tersebut menjadi sebuah ketimpangan. Padahal di bulan yang agung ini, kita seharusnya berupaya penuh untuk taat kepada syariatnya Allah.

Demikian halnya ketika berpuasa, kita dituntut untuk bersabar. Mulai dari bersabar dalam hal ketaatan, misalnya menahan lapar, haus, hawa nafsu, serta syahwat. Terakhir, bersabar dalam menghadapi musibah, misalnya bersabar menghadapi wabah Covid-19. Semoga Allah mengangkat wabah ini segera. Aamiin.

Nah, supaya kita selalu bersemangat dalam beramal sholih dan tidak lemas bin letoy. Tentu, kita harus tahu keutamaan apa saja yang terdapat di bulan Ramadan. Rasulullah saw. bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang/terjauhkan (dari kebaikan)” (HR. Ahmad)

Berdasarkan hadits diatas, keutamaan di bulan Ramadan, diantaranya:

/Pertama/ Bulan yang penuh berkah

Barokah disini, artinya ziyadatul khair yakni bertambahnya kebaikan. Secara realita, keberkahan di bulan Ramadan dapat kita nikmati. Sebut saja, meningkatnya keuntungan bagi para pedagang dan THR bagi karyawan. Serta meningkatnya ibadah, dimana orang berlomba-lomba menabung amal kebaikan.

/Kedua/ Diwajibkannya berpuasa

Berbeda dengan bulan-bulan yang lain. Ramadan adalah bulan yang Allah perintahkan berpuasa atas setiap muslim. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertaqwa” (TQS. Al Baqarah: 183)

/Ketiga/ Dibukanya pintu surga

/Keempat/ Ditutupnya pintu neraka

/Kelima/ Syetan dibelenggu

Mengetahui hadits riwayat Ahmad sebelumnya, bahwa syetan dibelenggu. Maka, tidak ada alasan lagi untuk tidak optimal beribadah dan menjauhi segala bentuk maksiat.

/Keenam/ Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang istimewa bagi umat Islam. Dimana malam ini merupakan malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Tak hanya itu, malam lailatul qadar merupakan malam diturunkannya ayat suci Alquran yang secara berkala kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril. So, beramallah untuk memberikan yang terbaik.

/Ketujuh/ Bulan pengampunan

Bulan Ramadan berpeluang besar dalam menghapus dosa-dosa kita yang lalu. Dengan niat yang sungguh-sungguh dan sembari terus memperbaiki diri. “Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘Alaih)

Lantas, amalan apa saja nih yang harus kita gencarkan untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya di bulan Ramadan?

/Pertama/ Dzikir pagi dan petang

Dzikir secara bahasa artinya, mengingat, menyebut, atau berdoa. Secara definisi, dzikir adalah mengingat Allah dengan lisan melalui kalimat-kalimat Thayyibah (baik). Jadikan segala aktivitas yang digunakan untuk mengingat Allah di setiap waktu. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (TQS. Al-Ahzab (33):41-42)

/Kedua/ Perbanyak Membaca

Gaes, dalam membaca tak tersekat dalam batasan tertentu. Artinya, membaca tidak hanya dari buku kok, bisa dengan membaca tulisan-tulisan orang lain yang bermanfaat untuk kita. Dengan banyak membaca, itu dapat menambah wawasan kita dalam ilmu pengetahuan dan tsaqofah Islam.

/Ketiga/  Mengkaji Alquran Al-Karim

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)…” (TQS. Al-Baqarah (2): 185)

Berdasarkan firman Allah di ayat tersebut, salah satu tujuan diturunkannya Alquran adalah tak lain sebagai petunjuk bagi umat manusia dan pembeda antara yang haq (benar) dengan yang bathil (salah).

Sering kita jumpai, banyak orang yang membaca Alquran tapi kehidupannya tidak mencerminkan isi Alquran dalam kehidupannya. Dalam Alquran banyak kewajiban yang harus dilaksanakan, baik secara individu hingga bernegara. Sebut saja terdapat perintah menutup aurat, menghindari zina, menghindari minuman keras, hukum potong tangan oleh negara kepada pelaku pencuri. Jika salah satu dari hal tersebut tidak dilaksanakan, maka seseorang tersebut ataupun dalam konteks bernegara berarti belum menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam kehidupan.

Mengkaji Alquran Al-Karim bisa dengan belajar bahasa arab, belajar tafsir, belajar fiqih, belajar tajwid, dan sebagainya. Membaca, mentadabburinya, mengamalkan dalam sendi kehidupan hingga menyebarkannya kepada saudara seiman kita.

/Keempat/ Memperbanyak sedekah

Sedekah tidak hanya dengan materi kok, bisa dengan apa saja berbagai kebaikan yang bisa kita lakukan kepada orang lain.

/Kelima/ Memperbanyak doa

Berdoa kepada Allah dengan meminta pengampunan dan pertolongannya. Dan jangan lupa, ada saudara-saudara kita yang merindukan doa kita untuknya. Sebut saja, muslim Palestina, muslim Rohingya, muslim Xianjiang, dan kaum muslim lainnya yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

/Keenam/ Mengkaji Islam lebih dalam

Ada banyak ilmu Islam yang mungkin kita belum menguasainya. Dan jangan mencukupkan diri dengan belajar ilmu Islam di sekolah. Karena, kurikulum sekolah yang sudah banyak diperbarui. Sedangkan Islam sendiri itu luas. Mulai dari hubungan seorang hamba dengan tuhannya, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan tak kalah pentingnya adalah ilmu yang berkaitan hubungan manusia dengan manusia lainnya.

/Ketujuh/ Meningkatkan aktivitas dakwah di tengah-tengah umat

Saat ini untuk berpegang teguh kepada Islam layaknya menggenggam bara api. Ketika tidak kuat menggenggamnya maka akan lepas. Begitupun halnya, dengan berpegang teguh kepada Islam, meski berat dan sulit dengan berbagai rintangan dan cobaan yang melanda. Tak membuat kita melepaskan Islam dari genggaman erat tangan kita. Saling mengingatkan kepada umat muslim lainnya. Ayo, umat butuh kita! Butuh uluran tangan kita. Menyadarkan mereka, bahwa kehidupan umat Islam sedang tidak baik-baik saja.

Harus kita ingat nih gaes, bahwa bulan Ramadan akan datang kembali di tahun selanjutnya. Iya, bulan Ramadan akan selalu hadir di setiap tahun. Akan tetapi, yakinkah kita semua bakal bersua kembali dengannya? Jika amalan kita tidak ada bedanya di tahun-tahun sebelumnya dan tidak ada perubahan ke langkah yang lebih baik. Tentu, kita akan menjadi orang yang sangat merugi. So, selama masih ada waktu, yuk perbaiki semuanya. Boleh jadi, Ramadan kali ini adalah Ramadan terakhir bagi kita. Jika ini, Ramadan terakhir kita, maka kesempatan kita semakin sedikit dan peluang menabung pahala juga semakin sempit. [Wallahu A’lam bishshowab]

Oleh: Nur Hayati ( siswi SMA N 8 Surabaya dan  Aktivis Dakwah)

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: