Hikmah

MENDIDIK ANAK MENJADI ANAK SHOLEH

Impian setiap orangtua melahirkan dan menjadikan anak sholeh, taat pada Allah perantara menuju syurga Allah. Impian ini bisa terjadi, jika orangtua juga orangtua yang sholeh dan taat kepada Allah karena Anak adalah cerminan orangtuanya. Adapun menurut ustadz Iwan Januar ada lima tips agar anak menjadi anak sholeh perantara orangtua menuju syurganya Allah:

Pertama, mempunyai tujuan yang benar. Kedua, mempunyai komitmen taat kepada Allah dan punya ilmu atau orangtua harus cerdas. Ketiga, mendisiplinkan anak dalam ketaatan. Keempat, orangtua wajib menjadi Qowwam, memberi teladan kepada Anak. Kelima, kekuatan doa orangtua.

Penjelasannya dibawah berikut:

Doa para Nabi. “Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (Q.S. Ali-Imran:38)

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S.Al-Furqon: 74)

Tujuan orangtua melahirkan anaknya harus benar yaitu melahirkan anak sholeh dan qurrotal a’yun (penyejuk hati) Cirinya pertama, rajin beribadah dan taat kepada Allah. Kedua, punya adab yang baik. Ketiga, terjaga dari siksa api neraka. Sebagaimana perintah Allah di dalam Alquran:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S.At-Tahrim:6)

Lingkungan yang sholeh akan membentuk anak yang sholeh jadi orangtua harus menyiapkan sekolah yang baik dan lingkungan yang baik juga, karena tanda-tanda kebahagian yaitu pertama, tempat tinggal yang layak. Kedua, kendaraan yang nyaman. Ketiga, tetangga yang baik. Keempat, pasangan yang sholeh. Sebagaimana sabda rasul :

“Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Humaid telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Muhammad bin Sa’d bin Abu Waqqash dari bapaknya dari kakeknya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga indikasi kebahagiaan anak Adam, dan tiga indikasi kesengsaraan anak Adam; indikasi kebahagiaan anak cucu adam adalah istri yang shalehah, tempat tinggal yang baik dan kendaraan yang baik. Sedangkan indikasi kesengsaraan anak Adam adalah istri yang berakhlak buruk, tempat tinggal yang buruk dan kendaraan yang buruk.” (HR. Ahmad – 1368).

Menurut Ali bin Abi Thalib ada tiga fase dalam mendidik anak yaitu:

/Pertama/ Usia 0-7 tahun anak diperlakukan seperti Raja, anak dilayani dari berpakaian, makan dan sebagianya, sehingga anak tumbuh baik merasa aman baik fisik dan mental dari orangtua.

/Dua/ Usia 8-14 tahun anak di jadikan tawanan, anak di beri tugas serta tanggungjawab dan membangun komunikasi dengan baik antara orangtua dan anak.

/Tiga/ Usia 15-21 tahun anak dijadikan seperti sahabat.

Mendisiplinkan anak ketika masuk fase ke-2 yaitu usia 8-14 Tahun. Fase ini saatnya anak di ajarkan untuk disiplin sholat, puasa, menutup aurat dan perkara wajib lainnya, dan ketika anak tidak disiplin orangtua boleh memberi hukuman bagi anak.

Orang tua harus cerdas, agar bisa mendidik anaknya misal ketika anak dewasa, baik anak laki maupun anak perempuan. Orangtua berperan mengajarkan anak cara mengetahui tanda-tanda ketika anak dewasa, cara mandi wajib dan cara membersihkan dari hadats besarnya. Menjadi teman curhat yang baik bagi anak. Serta orangtua menceritkan tentang kisah-kisah para Nabi, sahabat rasul dan para ulama solehin agar anak bisa menjadikannya sebagai teladan.

Anak mudah melaksanakan suruhan orangtua apabila orangtua menjadi contoh langsung bagi  anak. Karena anak cerminan orangtua, jadilah orangtua sholeh maka anak akan ikutan sholeh. Serta doa orangtua yang beriman dan bertaqwalah maka akan lahir anak yang sholeh, taat pada Allah dan pengantar orangtua menuju syurganya Allah. [Wallahua’lam bis showab]

Oleh: Miskiyah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: