Nafsiyah

MENCARI JATI DIRI

Menemukan keimanan yang sejati adalah sebuah perjalanan hidup mencari arti jati diri. Dalam hidup kita akan mengalami fase pertumbuhan dari anak-anak menuju sebuah kedewasaan. Pada setiap langkah yang diambil tidak dipungkiri bahwa keimanan mempengaruhi keputusan dalam kehidupan.

Saat tanya mulai membombardir akal untuk menemukan sebuah jawaban. Mengapa aku memilih Islam sebagai agamaku? Apakah Islam adalah agama yang benar? Apakah keIslamanku hanya sebuah warisan turun temurun dari orang tuaku? Atau aku menyakininya dari proses berfikir?

Ketahuilah, bahwa Islam tidak hanya diyakini dari proses berfikir hingga menemukan sebuah kebenaran. Namun, pencarian arti sebuah keimanan dengan kesadaran berfikir. Bukan sebuah warisan atau doktrin tanpa sebuah kesadaran berfikir.

Apakah iman itu? Iman adalah keyakinan dalam hati, ditemukan melalui proses berfikir. Setiap kaum muslim akan menemui  fase ini. Fase dimana diri merasa ragu dan begitu ingin tau. Maka yang harus kita lakukan adalah menemukan keyakinan itu dengan berfikir.

Gemerlap indah dunia akan menuntut kita untuk menjawab tiga pertanyaan besar dalam kehidupan dunia yang fana. Darimanakah aku berasal?  Untuk apa aku diciptakan? Kemana aku ketika dunia telah selesai?

Teori Evolusi Darwin mengatakan bahwa manusia berasal dari seekor kera yang mengalami evolusi. Dimana para kera ini yang tidak dapat berjalan semakin lama akan menjadi manusia yang sempurna bisa berdiri tegak. Bila teori ini benar sudah seharusnya kita tidak akan mendapati binatang kera lagi dalam kehidupan karena mereka telah berevolusi.  Lalu darimanakah kita? Dari Allah yang menciptakan Adam sebagai manusia pertama dan menjadikan anak keturunannya dengan hawa tersebar diberbagai belahan bumi. Maka, jawaban atas pertanyaan ini adalah Allah. Bahwa Allah yang menciptakan segala isi jagat raya beserta manusia didalamnya. Maka, manusia jelas berbeda dengan hewan. Karena ia Allah lebihkan dengan akal yang mampu berfikir.

Apa tujuan aku diciptakan? Ingatlah sebuah ayat dalam Alquran yang mengatakan bahwa Allah tidaklah menciptakan jin dan manusia selain untuk beribadah kepada Allah. Allah sebagai Al Khalik yang menciptakan manusia juga sebagai Al Mudabbir yaitu pengatur kehidupan manusia. Allah juga memberikan sebuah pedoman yang menjadi petunjuk dalam setiap langkah yang diambil oleh manusia. Google map yang tidak akan keliru dalam mengarahkan manusia asal ia percaya dan mengambil arah sesuai google map yang telah Allah tulis dalam Alquran.

Kemana setelah kehidupan ini? Kembali kepada sang pemilik kehidupan yaitu Allah. Pada fase ini akan ada hisab yang Allah lakukan atas setiap perbuatan seorang hamba. Ia yang taat atau pembangkang. Ia memilih surga atau neraka. Maka, akhir dari perjalanan dunia akan ditentukan dari apa yang kita lakukan dalam kehidupan. Karenanya aturan Allah tertuang dalam Alquran. Adanya penghisaban adalah bukti bahwa Allah bukan hanya sebagai Al Khalik namun juga sebagai Al Mudabbir (Pengatur).

Sebagai seorang muslim maka bukti keimanan yang sejati adalah ketika dia mentaati aturan Allah meski itu disukai atau dibenci. Melaksanakan aturan itu dimanapun dan kapanpun. Dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan.

Sudahkah kita terbukti beriman kepada Allah? Menemukan jalan kehidupan menjadi sesuatu yang utama bagi muslim. Karena dari iman ini kita akan bisa menyelesaikan segala problematika kehidupan manusia. Menjadi diri yang lebih kokoh dengan keimanan. Dan inilah sesungguhnya jati diri setiap kaum muslim. [Wallâhu a’lam bishshawâb]

Oleh : Afra Salsabila Zahra

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: