Motivasi

MEMPERBAIKI AKHLAK ADALAH PEKERJAAN SEUMUR HIDUP

Perpaduan antara pemikiran dan perasaan akan membentuk akhlak. Sebuah hasil yang jika keduanya berlandaskan Islam maka akhlak yang dihasilkan adalah akhlak Islam. Akhlak adalah ekspresi yang berhulu dari perasaan dan pikiran semua berakumulasi menjadi perilaku. Karena akhlak dibentuk oleh Aqidah yang dianut seseorang.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Rasulullah saw, untuk memberikan teladan yang sempurna. Akhlak mulia yang beliau miliki memberikan kebaikan untuk seluruh kehidupan.

“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (TQS. Al Ahzab: 21)

Tidak ada lagi tempat untuk mencontoh dan meneladani akhlak selain kepada Rasulullah saw. Berakhlak Al quran adalah akhlak Rasul, manusia mulia yang Allah jaga, tidak ada yang keluar dari lisan dan perbuatanya selain kebaikan dan kemuliaan. Meski kita tak mampu mencapai pada derajat tertinggi setidaknya terus berusaha karena  memperbaiki akhlak adalah pekerjaan seumur hidup.

Akhlak yang Rasul miliki membuatnya mengubah mayarakat jahiliyah dengan masyarakat yang bertauhid. Tak hanya sekedar teladan nafsiyah, Rasul juga patut menjadi teladan dalam perkara siyasah. Sebagai muslim sudah sewajarnya menjadikan Rasul contoh dan mengikuti seluruh hukum syara yang beliau bawa, mengambil seluruh hukum yang pernah beliau terapkan.

Tidak ada kata berhenti untuk memperbaiki akhlak perjalanan waktu adalah perjalanan perubahanya. Memperbaiki akhlak juga berkorelasi dengan ilmu yang diperoleh. Ilmu tentang Allah yang utama, tentang perintah dan laranganNya. Disaat memperbaiki akhlak adalah pekerjaan seumur hidup maka menuntut ilmu juga kebutuhan sepanjang hidup.

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: