NulisPedia,  Opini

MANUSIA BIASA INI BUTUH PEMBIASAAN UNTUK TERBIASA

Medeskripsikan diri sendiri bukanlah hal mudah apalagi secara merinci karena ini perkara menilai. Akan lebih mudah menilai jika objek yang dinilai terpisah diametral, tampak sempurna tanpa pembatas jika berhadap-hadapan. Iya, kamu yang sedang membaca tulisan singkat ini akan lebih mudah menilai, karena uniknya tulisan adalah bayangan dari penulisnya. Namun satu hal yang pasti bahwa saya, kamu, kita semua adalah seorang hamba yang lemah terbatas tak berdaya namun dilengkapi misi oleh penciptanya. Ya hidup sederhana ini bermisi. Sudah sewajarnya bahwa hidup yang berharga tak disia-siakan.

Jika memiliki misi sudah pasti setiap aktivitas yang dilakukan akan memiliki tujuan. Jika misi itu dari pencipta langit dan bumi maka tujuan melakukan sesuatu juga karenaNya, termasuk menulis. Meski hanya aktivitas merangkai kata menjadi aksara namun aktivitas ini tak biasa. Sudah pasti seseorang yang menyadari bahwa ia dilengkapi misi akan membawa sesuatu hal yang ingin ia tebarkan di dunia. Huruf demi huruf yang disusun menjadi  tujuannya untuk bertahan demi terus menggoreskan tinta tanpa pikir panjang. Ia hanya akan fokus pada tujuanya, seperti saya seseorang yang menggenggam pisau dalam mengulik fakta yaitu ideologi yang bersemayam tatkala Islam telah hadir menyentuh pemikiran dan perasaan sebagai pengatur kehidupan secara sempurna.

Tujuan menulis yang dilandasi oleh sesuatu yang kuat akan membuat manusia tak berdaya menjadi punya harapan. Menulis untuk opini-opini itu tetap mengudara menyentuh hati dan pikir nan kaku, membuat para pembenci tersentak bahwa tak hanya propanganda busuk yang menghiasasi jagat maya namun masih ada cahaya yang akan bersinar terang tatkala aksara bernyawa dengan landasan akidah itu masih ada.

Namun tak mudah memang, untuk menghasilkanya butuh usaha, terus belajarĀ  dan pembiasaan. Bahkan manusia biasa inipun juga punya kesempatan membuat tulisan pertama, selanjutanya, selanjutnya lagi, seterusnya dan bahkan yang terakhir karena manusia biasa ini hanya butuh pembiasaan untuk terbiasa. Lalu apalagi yang diharapkan menjadi capaian terbesar setelah terbiasa menulis selain harus konsisten menulis tanpa berfikir untuk gantung pena, karena menulis hanya sebentar, hanya sampai Allah panggil untuk menyudahi perjuangan ini. Jika Allah panggil esok maka esok akan menjadi karya terakhir.

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: