Hikmah

LANGKAHMU, UNTUK SIAPA?

Waktu berjalan begitu cepat terkadang begitu lambat. Hingga langkah yang tertempuh berada pada titik seperti ini. Setelah sekian ratus hingga ribuan langkah tercetak dalam jalan hijrah. Bergulat dengan kesakitan melewati lika, liku dan luka jalan meraih Ridho Ilahi.

Kita bangkit dan jatuh dalam jalan ini. Iman yang naik dan turunpun ikut berlomba menyertai. Bersama tumpukan rasa keterpaksaan, kekecewaan dan marah dalam diri. Di sisi lain, memberikan rasa bahagia, nyaman dan juga keikhlasan yang tidak akan terganti.

Dalam jalan ini ujian datang untuk mendewasakan meski sakit itu juga andil merajai rasa. Saat tuntutan datang menenggelamkan jiwa pada keinginan untuk terus menjadi baik. Ingin hati berlari kencang untuk segera menggapai kemenangan. Namun tekad senantiasa menolak. Saat iblis berkata dalam otak “mengapa menempuh jalan sukar? Sementara jalan yang mudah itu ada didepan mata?”

Langkahmu dalam jalan dakwah memang tidaklah mudah teman. Bukan juga jalan yang akan penuh kebahagiaan ataupun canda tawa. Bukan juga jalan berlimpah harta dunia. Namun, jalan yang tidak akan dilampaui oleh mereka yang lemah. Jalan yang menuntutmu untuk senatiasa kuat.

Ingatlah ketika Allah berkata dalam Alquran,
“ Dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpun aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang dapat melihat?” Allah berfirman, “Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu pula pada hari inj kamupun dilupakan.” (TQS. Thaha: 125-126)

Sungguh teman, langkahmu dalam jalan dakwah yang penuh onak dan duri akan Allah ganti dengan sesuatu yang bahkan lebih baik dari dunia dan seisinya. Meski keterasingan itu turut mengikuti. Bahwa jalan ini adalah kebenaran yang akan menolongmu dihadapan pengadilan Sang Pencipta.

Yakinlah bahwa menyeru manusia untuk kebaikan dan mencegah dalam kemaksiatan adalah jalan yang mampu menghantarkan dirimu kedalam Jannah kelak. Karena Jannah tidak untuk mereka yang berleha dan hanya bersenda gurau dalam kehidupan dunia. Apalagi mereka yang sibuk dengan kemaksiatan.

Berbahagialah bagi mereka yang terasing, mereka melakukan perbaikan ketika manusia sudah rusak. Meski jumlah mereka begitu sedikit. Mereka yang mencintai jalan dakwah dengan ruh Allah. Meski mereka tidak memiliki hubungan rahim dan tidak memiliki harta yang berlimpah. Bukankah ikatan berdasar Allah begitu indah?

“Akan datang suatu kajm pada hari Kiamat kelak. Cahaya mereka bagaikan cahaya matahari. Maka berbahagialah mereka yang terasing. Mereka adalah orang shalih diantara banyaknya manusia buruk. Dimana orang yang menetang mereka jauh lebih banyak dari oada yang mentaati”. ( Al-Haitsami)

Bukankah jalan ini yang kamu ambil wahai temanku? Langkah yang kau ambil di dunia untuk akhiratmu. Meski sering terjatuh kamu pasti akan bangkit kembali. Atau kamu memilih yang sebaliknya? Kini, pilihan itu ada pada dirimu. Langkahmu, untuk siapa? Allah atau selain-Nya? [Wallahu A’lam]

Oleh : Afra Salsabila Zahra-Mahasiswi dan Aktivis Remaja

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: