Opini

LAMARAN DALAM PANDANGAN ISLAM

Akhir-akhir ini sedang hangat diperbincangkan seorang influencer yang melakukan prosesi lamaran bak sebuah pernikahan, acara tersebut bahkan ditanyangkan ditelevisi lokal dan mendapat banyak pujian dari para netizen karena konsepnya yang mewah dan melalui proses yang dianggap “Islami”

YouTuber, RR telah menerima lamaran dari kekasihnya, TR. Dalam acara lamaran yang disiarkan langsung di salah satu stasiun TV pada Kamis, 23 September 2021 pukul 12.30 WIB (tempo.com) OSD menyebutkan jika RR dan TR akan menggunakan konsep lamaran bertema budaya daerah dan penuh dengan nuansa Islami. Media Magelang

Khitbah atau yang dikenal dengan istilah lamaran adalah satu proses dimana seorang laki-laki menyampaikan niat ingin menikahi seorang wanita yang boleh dinikahi secara syra’i, baik secara langsung maupun tidak, baik dengan datang sendiri maupun melalui wakil atau perantara. Tapi sepertinya banyak yang salah paham.

Aktivitas meminang bukanlah sesuatu yang baru di masyarakat. Namun begitu, masih banyak yang belum paham tutunan meminang atau melamar menurut Islam. Akibatnya aktivitas melamar ini mengalami pergeseran dari tuntunan yang sebanarnya. Praktek memakaikan cincin, saling pegangan, photo berdua, suap-suapan sekan-akan menjadi aktivitas yang sudah diperbolehkan dengan dalih sudah di khitbah. Rangkaian kegiatan ini merupakan salah satu tahapan sebelum pernikahan namun tidak termasuk dalam pernikahan. Sehingga, meskipun sudah khitbah, tetap ada batasan-batasan yang harus diketahui oleh calon pengantin tersebut.

Khitbah belum menjadi halal. Kedua belah pihak harus tetap dalam koridor syariat. Meski telah khitbah, namun harus tetap saling menjaga berbagai perbuatan yang dilarang oleh syariat dan saling menjauhkan diri dengan  menjaga jarak antara pihak laki-laki dan perempuan. Waktu khitbah tidak boleh terlalu lama. Waktu dari proses khitbah hingga menikah dianjurkan untuk tidak terlalu panjang. Menyegerakan pernikahan akan bermanfaat untuk menjauhkan fitnah dan berbagai potensi perbuatan yang kurang baik

Dianjurkan pula untuk menyembunyikan proses lamaran. Kerena dikhawatirkan ada orang-orang yang dengki yang ingin merusak hubungan antara pihak laki-laki dan perempuan, dan juga untuk menjaga kehormatan muslimah jika ternyata proses tersebut tidak berlanjut ke pernikahan karena sesuatu alasan. Islam sangat memperhatikan segala bentuk interaksi yang dilakukan diantara manusia. Lamaran tidak lantas memberikan kelonggaran terhadap batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan, keduanya masih berstatus ‘ orang asing” dan belum diperbolehkan untuk bersama, makan berdua, jalan berdua, photo prawedding, fitting baju pernihan berdua apalagi buat konten bareng.

Oleh karena itu, masalah meminang sesungguhnya bagian dari sistem hidup. Tidak boleh dipahami hanya sebatas meminang saja dan lepas dari masalah lainnya. Akan tetapi masalah meminang ini harus ditempatkan sebagai bagian dari aturan-atauran interaksi dimana sistem interaksi itu sendiri bagian dari sistem hidup Islam secara keseluruhan. Sebagai seorang yang katanya beriman harusnya mau hidup sesuai dengan aturan Islam.

Seorang muslim sejatinya tidak cukup hanya mengikrarkan syahadat. Lebih dari itu, syahadat itu sendiri harus dibuktikan apakah benar-benar disertai kenyakinan atau hanya sebatas ucapan di bibir. Seorang muslim seharusnya menjadikan tuntunan Islam sebagai satu-satunya tuntunan hidup.

Oleh : Dahlena Pulungan

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: