Seputar Islam

KEUTAMAAN SEPULUH MALAM TERAKHIR BULAN RAMADAN

Pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan kaum muslimin bersemangat mencari keutamaan suatu malam yang dikenal sebagai malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu ? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar” (TQS.Al-Qadar: 1-5)

Berdasarkan terjemahan Surah Al-Qadar, ayat-ayat diatas menjelaskan beberapa alasan yang membuat malam Lailatul Qadar istimewa, diantaranya ;

/Pertama/Pada malam itu, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an secara menyeluruh dari lauhil mahfudz ke langit dunia. Pada sepuluh malam penghujung Ramadan Allah SWT menghadiahkan kepada umat Nabi Muhammad SAW sebuah malam yang sekiranya tidak diberikan kepada umat sebelumnya. Tidak ada malam yang lebih mulia dan agung dibandingkan malam ini yaitu malam turunnya Alquran (Lailatul Qadar), hal ini dijelaskan di dalam kitab tafsirnya Syekh Muthafa al-Maraghi.

/Kedua/ Kemudian, Alquran tersebut disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril secara berangsur-angsur selama 23 tahun.

/Ketiga/ Setelah dijelaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkanya Alquran, Allah SWT menjelaskan  bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan. Sehingga ketika kita beribadah dan berbuat kebaikan pada malam itu, maka nilai kebaikanya lebih baik daripada seribu bulan (83 tahun 4 bulan). Sebagaimana yang disampaikan dari Aisyah Radhiallahu’anha, ia berkata:

“Rasulullah SAW biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.” (HR. Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174)

/Keempat/ Pada malam itu, para malaikat turun ke muka bumi ini. Selain membawa keberkahan dari Allah SWT, ada beberapa penafsiran terkait faidah turunya malaikat ke muka bumi ini pada malam Lailatul Qadar. Imam al-Qurthubi menjelaskan, bahwa turunnya malaikat ke muka bumi, untuk mengaminkan doa-doa orang yang berdoa pada malam tersebut. Siapapun yang memanjatkan doa akan dikabulkan oleh Allah SWT. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha “Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah: (‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku) (HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

/Kelima/ Allah SWT pun menjamin malam Lailatul Qadar dipenuhi dengan kesalamatan dan kesejahteraan. Tidak ada keburukan pada malam yang mulia ini, dari terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar. Pada malam tersebut, terus berlanjut turun kebaikan, keberkahan, dan para malaikat yang membawa rahmat dari Allah SWT untuk hambanya yang taat, hingga terbitnya fajar.

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa, malam Lailatul Qadar biasanya jatuh di malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Berdasarkan hadits Aisyah Radhiallahu‘anha, dia berkata Rasulullah SAW beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda:

“Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan” (Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)

Semoga Allah SWT mudahkan kita dalam kebaikan maupun beramal saleh di malam-malam penghujung Ramadan ini. Diberikan kesempatan untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar serta memperoleh keutamaannya.

Oleh: Widia octavia

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: