NulisPedia,  Opini

KETIKA SISTEM TIDAK LAYAK LAGI DIJADIKAN PENGATUR, MAKA GANTILAH!

Awal tahun 2020 Cina dihebohkan dengan adanya wabah virus yang terdapat di daerah Wuhan. Virus yang begitu cepat pergerakannya hingga menelan banyak korban. Awalnya Cina menyembunyikan berita tersebut dan tak melakukan lockdown untuk rakyatnya.  Mereka masih banyak berbondong-bondong pergi ke negara lain untuk bekerja dan berwisata. Setelah begitu banyak rakyat Cina yang memberitakan bahwa adanya virus yang merongrong negaranya, barulah pemerintah Cina angkat bicara dan mengatakan pada dunia bagaimana keadaan mereka.

Setelah berita tersebar, hampir seluruh negara memberlakukan lockdown demi memutus rantai penyebaran virus ke negaranya. Tetapi berbeda dengan Indonesia, yang masih membuka lebar-lebar pintu gerbang masuknya warga negara asing ke dalam wilayahnya. Konyolnya pemerintah juga mengatakan bahwa rakyat Indonesia kebal dari Virus covid-19 ini karena mereka sering makan nasi kucing. Sungguh ini kabar yang menyesatkan yang keluar dari lisan penguasa. Memang benar, rakyat Indonesia awal maret 2020 mengalami darurat massal, akibat banyaknya rakyat yang positif terkena virus ini hingga telah tersebar dihampir seluruh wilayah Indonesia. Sebelum hal ini terjadi para pakar kesehatan dan para intelektual juga sudah menyuarakan agar Indonesia segera lockdown. Tetapi itu tak digubris sama sekali oleh penguasa, mereka acuh dengan suara rakyat. Parahnya mereka malah menangkap seorang intelektual yang mengkritik kelambanan dan ketidakpeduliannya pemerintah dalam menangani wabah ini.

Kita bisa melihat bagaimana sebenarnya pemerintah memperlakukan rakyatnya. Apakah mereka mengutamakan nyawa rakyat atau malah mengutamakan kepentingan mereka semata. Kita lihat saja bagaimana cara pemerintah mengambil sikap yang jelas-jelas hanya mempermainkan rakyat. Pemerintah juga bersikap keras tidak mau memberlakukan lockdown, jelas ini adalah hal yang sangat dibutuhkan rakyat saat ini. Pemerintah juga bersikap keras jika ada pemerintah daerah yang memberlakukan lockdown di daerahnya, maka pemimpin daerah itu akan diberi hukuman penjara sebab melanggar perintah pemerintah pusat. Melihat kebijakan ini kita bisa membuka mata bagaimana sebenarnya pemerintah memperlakukan rakyatnya, apakah rakyat penting? Atau hanya sekedar umpan.

Begitulah memang jika kita hidup dalam sistem kufur kapitalisme, yang hanya mementingkan untung rugi. Sistem kapitalisme menggerus penjabat untuk ikhlas hati mengayomi rakyatnya, karena mereka akan memandang apa keuntungan yang mereka dapatkan jika memperhatikan rakyatnya.

Sangat berbeda sekali dengan sistem Islam kaffah, penguasa akan selalu memperhatikan keadaan rakyatnya. Sebagaimana kita lihat pada masa khalifah umar bin khattab, beliau berjalan siang malam untuk memperhatikan bagaimana keadaan rakyatnya. Sampai beliau pun rela mengangkat sekarung gandum untuk seorang ibu yang memasak batu untuk anak-anaknya yang kelaparan. Beliau juga dengan ikhlas mendengarkan keluhan rakyatnya tanpa menjawab sedikitpun apalagi memenjarakannya.

Sangat berbeda sekali dengan yang kita lihat dalam sistem kufur kapitalisme ini. Dimana pemerintah tak bisa dikritik dan jika rakyat mengkritik pemerintah, mereka akan dipenjara. Seperti yang terjadi pada saudara kita Ali Baharsyah dan intelektual lainnya. Karena mengkritik kelambanan pemerintah, justru bung Ali ditangkap. Parahnya di media beliau difitnah dengan tuduhan pornografi yang itu sama sekali tak ada dalam kasus penyelidikan penyidik. Ini gambaran kebobrokan sistem kapitalisme, pemerintah tak bisa sedikitpun dikritik. Jika kita mengkritik maka kita akan diberikan hukuman penjara dan disiksa habis-habisan, dipermalukan dan difitnah dengan sesuatu yang tidak dilakukan. Hal ini hanya berlaku untuk para kaum intelektual yang menyuarakan kebenaran. Berbeda, jika yang melakukan adalah para penjahat berdasi yang menghabiskan uang rakyat untuk kesenangan mereka. Para koruptor itu malah diberi kemewahan dan kelonggaran dalam masa hukumannya, ini semua terbukti kita lihat pada saat adanya wabah pandemi, pemerintah malah mengeluarkan semua napi-napi dari kurungannya.

      Iya begitulah jika kita hidup dalam sistem kufur kapitalisme ini. Tidak akan kita temukan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup. Sebab pemerintah tak akan memperdulikan keadaan rakyatnya. Dan disini kita harus sadar bahwa kita butuh sistem yang dapat mengayomi rakyat dan semua makhluk dalam bumi ini. Hanya sistem Islam kaffahlah yang akan mampu memberikan semua itu. Sebab sistem ini berasal dari Allah yang Maha Pencipta. Maha tau apa yang makhluk-Nya butuhkan. Maka tak usah kita ragu lagi untuk berjuang mengganti sistem kufur ini dengan sistem Islam kaffah.

Wallahu’alambishowab.

Oleh: Siti Khadijah Sihombing

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: