NulisPedia,  Opini

KENAPA HARUS TAKUT BERDAKWAH?

Ada  yang bergabung dalam jama’ah dakwah, namun masih enggan melakukan aktivitas dakwah dengan alasan ada rasa takut untuk menyampaikan karena kurang ilmu . Takut dakwahnya ditolak  dan takut dicap terlalu fanatik, dan masih banyak lagi ketakutan-ketakutan lainnya.

Setiap manusia memang memiliki rasa takut karena itu termasuk potensi hidup manusia, yaitu gharizah (naluri) Rasa takut adalah perasaan yang fitrah dalam diri manusia. Menghilangkan rasa takut dari dalam diri manusia itu tidak mungkin, yang bisa kita lakukan adalah menyalurkan atau meminimalisir rasa takut dan menempatkan rasa takut secara tepat. 

Seharusnya rasa takut itu muncul ketika kita sedang melakukan aktivitas yang melanggar aturan Allah yaitu disaat kita melakukan kemaksiatan. Namun, tidak boleh merasa takut ketika melaksanakan perintah Allah SWT karena  mengerjakan perintah dalam rangka ketaatan kepadaNyA.

 Aktivitas dakwah adalah aktivitas yang sangat mulia yaitu mengajak kepada kebaikan karena sebaik-baik perkataan. Melalui aktivitas dakwah maka kebenaran akan tersampaikan. Bukan hanya kebenaran yang tersampaikan, tapi kebathilan akan terkalahkan. Dakwah adalah melakukan amar makruf nahi mungkar. Dakwah merupakan kewajiban yang Allah perintahkan pada setiap hamba-hamba Nya sesuai dengan kemampuan nya.

Dakwah tidak harus yang bergelar ustadz ataupun ustadzah. Kewajiban dakwah bukan hanya kepada mereka yang bersekolah tinggi atau alumni dari Universitas tertentu. Siapa pun yang mengaku dirinya muslim punya kewajiban amar makruf nahi mungkar  tanpa terkecuali.

Jika kita baru mengetahui sedikit tentang Islam, maka sampai kan lah yang kita ketahui. Rasulullah Saw bersabda. “Sampaikan lah walaupun hanya satu ayat.” ( H.R. Bukhari) Seiring menyampaikan apa yang telah kita ketahui akan mendorong kita untuk semakin menambah ilmu  yang kita miliki.

Kita akan mendapatkan keberkahan ilmu, jika apa yang telah diketahui kita laksanakan dan disampaikan juga kepada orang lain.  Karena setiap kebaikan yang disampaikan  dan mereka melaksanakannya maka itu menjadi ladang amal yang mengalirkan pahala yang besar.  “Barang siapa yang memberi petunjuk kebaikan pada seseorang, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakan ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.(H.R. Muslim)

Setiap orang yang melakukan aktivitas amar makruf nahi mungkar tentu akan bertemu rintangan, ujian. Rasulullah SAW pun begitu, di saat menyampaikan Islam di tengah-tengah masyarakat jahiliah. Beliau dan para sahabat mendapatkan banyak rintangan. Namun, berkat kesabaran dan kesungguhan Rasulullah dan para sahabat menjadikan Islam tersebar keseluruh penjuru dunia. Alhamdulillah, Islam itu sampai ke kita.

Menghadapi rintangan di jalan dakwah adalah sebuah keniscayaan. Kesabaran dan kesungguhan adalah kunci dalam menghadapi rintangan yang muncul dalam melakukan aktivitas dakwah. Allah SWT berfirman dalam Alquran, “……dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegah lah(mereka) dari berbuat mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa mu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”  (TQS. Luqman: 17)

Pahami sungguh-sungguh bahwa dakwah merupakan kewajiban dari Allah dan dakwah adalah aktivitas yang mulia. Lawanlah rasa takut terhadap rintangan yang akan muncul di jalan dakwah, baik cap negatif dari orang lain, celaan dari mereka yang tidak suka dakwah kita. Bulatkan tekad dan keyakinan penuh bahwa Islam adalah agama yang benar. Apapun dari Islam tentu itu adalah sebuah kebenaran. Niatkanlah melakukan aktivitas dakwah ikhlas karena Allah SWT, bukan karena orang lain. Yakinlah, segala macam usaha yang kita lakukan asalkan niat ikhlas dan tentu cara nya harus benar sesuai aturan Allah, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah akan bernilai di mata Allah, karena berhasil atau tidak itu adalah ranah Allah.

Do’a adalah hal yang tak boleh lupa setiap aktivitas. Kita senantiasa memohon kepada Allah agar di jauhkan dari rasa takut dalam dakwah dan meminta agar lisan dimudahkan dalam menyampaikan kebaikan. Semoga dengan aktivitas dakwah yang kita lakukan akan menjadi salah satu pembuka pintu surga bagi kita. Aamiin,  Allahumma aamiin.

Wallahua’lam bisshawab

Oleh: Enni Etika Mardia, S.Pd

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: