Opini,  Tema Ditentukan,  WCR

KARENA MERAIH HIDAYAH BUTUH PERJUANGAN

Kehadiranya bagai pilihan, antar beriman atau kufur. Nikmat terbesar saat Allah tetapkan lahir dari rahim Ibu yang muslim. Lahir dan besar di tengah keluarga muslim adalah suatu hidayah yang luar bisa. namun tak hanya berhenti sampai disini, ada hal yang harus kita perjuangkan agar iman mengkristal dalam dada. Agar nikmat Islam yang kita rasakan mampu mempengaruhi pribadi, orang lain dan semesta untuk menjalankan hidup dengan fikriyyah maupun nafsiyah Islam.

Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang di dapat hari ini. Bersebab hidayah manusia mendapatkan kebaikan hidup dunia dan akhirat. BerIslam bukan hanya tentang ibadah mahdhoh tetapi tentang bagaimana setiap aktivitas kita sesuai dengan yang Alah mau.

Mahalnya hidayah di tengah arus deras sekuler, jiwa perjuangan salah satu modal karena kita usaha lebih. Butuh perjuang saat kita dihadapkan antara sibuk dengan pekerjaan atau sibuk mempelajari agama Allah, butuh perjuangan saat ada tawaran berkarir dunia atau berkarir surga. Butuh perjuangan untuk tidak memilih nikmat semu saat ada tawaran jabatan dalam jajaran sistem kufur. Butuh perjuangan untuk mengembalikan hidup sesuai fitrah yang diatur dengan aturan yang paripurna.

Hidayah tak ditunggu tapi diperjuangkan. Untuk memperolehnya tak menunggu harus tua dulu, tak menunggu harus kaya dulu tapi harus bersegera, karena ajal tak pernah menunggu. Disaat orang-orang berburu diskon kita berlomba untuk bersekah. Setelah lama di rumah saja, saat orang merindu duduk di bioskop, kita rindu duduk paling depan dalam majelis ilmu. Disaat model fashion terbaru keluar, kita tetap melirik jilbab dan kerudung lama yang masih layak dipakai untuk menutup aurat dengan sempurna. Apa yang harus dilakukan untuk menjemput hidayah:

/Pertama/ niatkan karena Allah, tak akan bernilai setiap amal perbuat kita jika bukan karenaNya. Minta hidayah tersebut kepada Allah, karena sesungguhnya hidayah adalah milik Allah.

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk (hidayah) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk (hidayah) kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (TQS. Al Qashash: 56)

/Kedua/ menghadiri majelis ilmu, sebab ilmu dan amalan memiliki korelasi yang kuat. Hijrah butuh ilmu, untuk taat sama Allah butuh ilmu.

/Ketiga/ berkumpul dengan orang-orang shalih, namun bukan berarti memilih-milih orang taat dengan yang tidak. Tapi kita butuh orang yang satu frekuensi berfikir untuk mendukung proses menjemput hidayah. Kita butuh bersama-sama (bergabung dengan jama’ah) untuk kuat hidup dengan aturan Allah di tengah derasnya arus kehidupan yang bertentangan dengan Islam.

/Keempat/ ilmu itu untuk diamalkan, jadi amalkan semua hukum syara yang telah dikabarkan kepada kita. Kemudian sampaikan (dakwahkan) sebagai amal jariyah.

/Kelima/ tawakal, ikhtiar, tawakal, dan berdoa kepada Allah untuk diistiqomahkan dalam ketaatan. Agar selalu Allah jaga dengan Islam sampai akhirnya Allah panggil.

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)

Ya, disaat rindumu cenderung pada Allah, rindu pada penerapan aturanNya, maka itu bertanda hidayah semakin dekat. Semoga kita semua menjadi orang yang beruntung dengan menggenggam Islam sampai akhir hayat. Jangan pernah lelah untuk belajar Islam karena meraih hidayah butuh perjuangan. [Wallahua’lam bis showab]

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: