Opini

JAM KEMATIAN TRUMP MULAI BERDENTANG

Amerika Serikat telah menjadi pusat pandemi virus Covid-19. Banyak warga AS yang menyebut bahwa banyaknya jumlah kasus dan kematian dari Covid-19 adalah karena Presiden Donald Trump yang telah menangani wabah ini secara sembrono. Kini, sebuah iklan “Jam Kematian Trump” atau Trump Death Clock telah menarik perhatian banyak orang, memperlihatkan jumlah kematian akibat virus corona di Amerika Serikat( linetoday, 14/5/2020).

Iklan itu dibuat oleh Eugene Jarecki, seorang pembuat film independen, yang memasangnya di Times Square, New York, untuk dilihat orang jutaan warga New York dan dunia. Ia mulai memasang iklan itu pada 8 Mei pekan lalu untuk menuntut Presiden Trump agar berhenti bermain-main dengan nyawa rakyatnya.

Wajar jika masyarakat dunia berontak, sebab sejak Covid-19 datang menerpa,  akhirnya tak banyak negara yang berhasil melewati bahkan mengatasinya. Termasuk Amerika Serikat sebagai dedengkotnya negara Kapitalis. Babak belur perekonomiannya berikut seluruh sistem sosialnya.

Dana yang digelontorkan seberapapun banyaknya tak mampu menghentikan pergerakan Covid-19. Malah perekonomian turun drastis dan diambang keambrukan. Kapitalisme yang dibangun dengan penuh kebanggaan, secara nyata menunjukkan ketidak mampuannya. Serangan di sektor real bak balon yang siap meletus setiap saat, sebab para kapitalis lebih suka bermain di sektor non real.

Bagaimana mungkin, bursa saham, hipotik, surat berharga dan lainnya mampu menjadi sandaran, semua itu hanya muamalah di atas kertas tanpa dana real. Amerika memaksa sistem mata uang duniapun dengan dollar yang kini bahkan tak dijamin dengan segrampun emas perdollarnya. Hingga jika Amerika Collaps, yang terjadi adalah shutdown , kematian.

Jam Kematian Trumph telah berdentang, menunjukkan hitungan mundur kematian yang akan datang.  Mantan menlu AS,  Henry Kissinger,  dalam sebuah artikel di Wall Street Journal menulis sebuah caption  bahwa Virus Corona akan mengubah tatanan dunia selamanya. Ia menjelaskan bahwa kerusakan yang disebabkan oleh pandemi virus Corona mungkin bersifat sementara, akan tetapi kekacauan politik dan ekonomi yang disebabkannya dapat berlanjut selama beberapa generasi. Kissinger mendesak pemerintah AS untuk fokus pada tiga bidang utama dalam menghadapi dampak pandemi secara lokal dan global yaitu :

Pertama, meningkatkan kemampuan dunia untuk memerangi penyakit menular, melalui pengembangan penelitian ilmiah. Kedua, berupaya tanpa henti untuk mengatasi kerusakan ekonomi global akibat pandemi, dengan mendesak pemerintah AS untuk melindungi prinsip-prinsip sistem liberal global hingga karateristiknya. Ketiga, agar pemerintah AS tak fokus pada penanganan pandeminya saja, tapi juga munculnya kasus baru  yang tercermin dalam besarnya penolakan rakyat terhadap sistem kapitalis ini, dimana semua kebijakan penyelamatan ekonomi berakhir dengan kesenjangan sosial yang kian lebar.

Kissinger  menutup artikelnya dengan mengatakan bahwa tantangan historis yang dihadapi para pemimpin dunia saat ini adalah mengelola krisis dan membangun masa depan pada saat yang bersamaan. Dan kegagalan dalam tantangan ini benar-benar dapat mengobarkan dunia. Artinya keruntuhan kapitalisme global benar-benar sebuah keniscayaan.

Fakta ini semakin menyakinkan kita, apapun yang terjadi, kebenaran akan mengalahkan kebatilan. Apa yang dibangun berdasarkan kejeniusan makluk akan terkapar jika dibandingkan dengan apa yang berasal dari Wahyu Allah. Maka sebagai orang beriman, sebenarnya kejadian ini cukup membuat kita bertambah keyakinan bahwa apa yang telah disyariatkan Allah guna mengatur kehidupan memang harus dari Islam. Bukan yang lain.

Keyakinan yang sama inilah yang berhasil menjadikan Islam memimpin peradaban. Para pemimpin negara Islam satu persatu menunjukkan kinerjanya dimana akidah dan syariat sebagai SOPnya. Hal yang demikian berjalan hingga 1300 tahun lamanya. Waktu yang belum tertandingi dengan sistem apapun termasuk kapitalis sendiri.

Selain keyakinan bahwa syariat Allah memang yang terbaik apa yang harus kita lakukan lagi? Tentu kita libatkan semua muslim untuk bergerak dan berkontribusi dalam gerak perjuangan yang sama, yaitu mengawal Islam kembali hadir sebagai tatanan hidup baru yang bakal menggantikan kapitalisme. Kita gambarkan bagaimana Islam kelak mengurusi seluruh urusan manusia. Mengatasi seluruh problematikanya dan menjamin kehidupan lebih sejahtera dunia akhirat. [Wallahu a’ lam bish showab.]

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih (Muslimah Penulis Sidoarjo)

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: