Kisah

HOBI DAN TUJUAN HIDUP PEMUDA

Bukan sesuatu yang mustahil jika hobi dan tujuan hidup pemuda di zaman ini sekarang adalah kesenangan dan kemewahan semata, karena memang kita tidak berada di zaman kejayaan Islam. Tolak ukur dan tingkat penerimaan yang berlaku di masyarakat bukanlah berasal dari Islam. Bahkan bertolak belakang dari ajaran Islam.

Dulupun saya tidak jauh-jauh dari hobi dan tujuan hidup pemuda saat ini, hobi saya dulu main gitar menghabiskan kuota yang tidak sedikit untuk belajar main gitar. Nongkrong sampai nginep di rumah teman untuk belajar main gitar sampai bisa. Tidak sampai disitu bahkan punya tekat untuk membuat band, untungnya nggak kesampean,  jika inget masa dulu sedih, malu dan miris.

Kenapa? Dulu saya sampai menghabiskan banyak kuota, nginep dan membuang-buang waktu muda yang sangat berharga. Semua hanya karena saya menganggap muda, sukses, kaya raya dan populer adalah kebahagiaan dan tujuan hidup di dunia ini. Prinsip ini juga yang dipegang anak zaman sekarang.

Sampai akhirnya saya putuskan untuk kuliah di Surabaya. Di sini juga awal mulanya cerita hijrah saya. Pendek cerita saya mulai mendalami Islam dan ngaji secara intensif dan seketika itu hidup saya berubah hobi dan tujuan hidup juga berubah total. Dari yang suka main gitar menghabiskan waktu main gitar sekarang mencoba menghilangkanya  dengan memunculkan hobi dan habit-habit yang bermanfaat contohnya baca buku, nonton film sejarah Islam dan kajian (yang baca pasti wooww) “mudah banget ya hijrah tidak segampang itu ferguso”. Hehe, Padahal saya juga berjuang keras, mati-matian. Awalnya memang masih saja kepikiran untuk beli gitar ketika baru di Surabaya, tapi saya mikir lagi bahwa tujuan hidup saya dan visi misi saya sekarang telah berubah.

Tujuan hidup saya adalah mendapatkan ridhonya Allah dengan cara menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangnNya serta berjuang dalam dakwah mengembalikan kehidupan Islam. Tidak mungkin jika tujuan hidup saya seperti ini masih saja bermain-main, tapi harus berpacu dengan waktu untuk lebih baik.

“Dan Allah tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-ku”  (TQS. Adz-Dzariyat: 56)

Ayat ini dapat dijadikan sebuah renungan, bahwasanya Allah itu tidak main-main dalam menciptakan kita dan hidup di dunia. Hidup juga bukan untuk mencari kesenangan dan main-main tapi kita diciptakan untuk mejalankan misi, beribadah dan mengembalikan kehidupan Islam.

Serta barisan pemuda yang paham tujuan hidup yang sebenarnya bukan pemuda yang bervisi pendek, sekedar untuk kehidupan pribadi dan bersenang-senang namun para pemuda yang bervisi panjang berpandangan menembus ruang dan waktu takkan pernah pudar dimakan zaman.  Akan selalu ada yang berutang budi atas perjuangan mereka. [Wallahua’lam bis showab]

Oleh: Reski Rahayu sain

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: