Motivasi,  Tema Bebas,  WCR

HIDUP ITU CHALLENGE

Pada dasarnya challenge atau tantangan sejalan dengan potensi yang Allah tetapkan dalam setiap diri makhluk hidup sebagai khosiatul insan. Tantangan akan menunjukkan eksistensi seseorang untuk mendapatkan pengakuan. Rasa ini adalah wujud dari gharizah baqo’ agar manusia selalu berlaku mempertahankan diri dan memelihara eksistensinya.

Pesona media sosial yang cukup kuat ditambah kondisi kita di rumah saja, keadaan ini memantik seseorang untuk menunjukan eksistensinya. Sehingga dorongan ghorizah (naluri) inilah yang kemudian membuat seseorang terlibat challengechallenge, membuat konten video dan lain sebagainya.

Tak ada yang salah dengan challenge, ibaratkan dua sisi yang dapat memiliki makna positif jika dialirkan pada aliran positif dan dapat bermakna negatif ketika dialirkan pada aliran negatif. Rentetan temuan challenge yang meresahkan adalah ketika seseorang terjebak pada eksistensi semu. Mengikuti challenge hanya demi kepuasan, ingin viral bahkan demi mendapatkan pundi-pundi rupiah seseorang telah mengikuti berbagai challenge dan membuat konten spam tanpa memikirkan role yang sesuai denga syara.

Pernahkah kita menyadari bahwa sesungguhnya kita berada dalam challenge dunia akhirat. Tak hanya sekedar demi eksistensi, hasil dari tantangan yang berasal dari Allah berhadiah surga. Tantangan untuk menerapkan hukum Allah secara sempurna. Tantangan untuk segera meninggalkan yang haram, tantangan untuk bersegera melaksanakan yang halal. Tantangan berat saat berada dalam arus kapitalisme.

Mampukah kita bertahan saat ke masjid tanpa kendaraan riba, ketika menjalani usaha tak mengadu pada pinjaman riba. Saat menemukan jodoh tak terayu maksiatnya pacaran. Tantangan untuk tetap istiqomah pada hukum Allah tanpa melirik hukum buatan manusia.

Tak ada challenge yang berkualitas selain mengikuti challenge menjadi pejuang agama dan menjadi hamba Allah. Berlomba menjadi pengikut Rasul yang terbaik untuk menghadapi tantangan global yang semakin berat. Cerdas menjalani hidup saat mampu mengkaitkan antara fakta dengan informasi sebelumnya karena seorang muslim beramal untuk setelah mati.

Kemunculan naluri sangat dipengaruhi oleh pemikiran, fakta atau lingkungan. Lingkungan yang baik atau buruk akan mempengaruhi kemunculan gharizah. Tak hanya baik secara pribadi untuk menyalurkan gharizah kita butuh sistem hidup yang baik untuk menjaga gharizah sebagai potensi yang Allah berikan. Sistem yang pastinya berasal dari Allah bukan sistem buatan manusia. [Wallahua’lam bis showab]

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: