Opini

GENERASI PENIPU LAHIR DARI PEMIMPIN PENIPU PULA

Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan begitu banyaknya Youtuber yang gila dan tidak berpikir dengan akal mereka untuk tidak melakukan sesuatu yang bisa menyakiti hati orang lain.

Mereka berbondong-bondong melakukan kebohongan, ada yang membohongi ojol dengan membatalkan pesanannya dan akhirnya dibelikan juga pesanan itu, ada yang membohongi para netizen dengan pura-pura bunuh diri, dan terakhir yang seorang youtuber berpura-pura memberikan sembako kepada masyarakat yang mana isinya hanyalah batu bata dan sampah.

Sungguh miris sekali melihat kelakuan mereka. Demi mendompleng popularitas mereka rela mengorbankan hati dan perasaan orang lain. Mereka tidak berpikir sebab-akibat dari perbuatan mereka terhadap masyarakat tersebut. Mereka hanya sibuk memikirkan konten apa yang akan menghasilkan banyak viewers sehingga menambah followers dan memghasilkan lebih banyak pundi-pundi rupiah. Mereka tidak berpikir bagaimana perasaan orang yang menerima itu. Parahnya mereka melakukan di tengah gentingnya perekonomian akibat wabah ini. Harusnya mereka juga berkontribusi memberikan bantuan yang sungguhan. Karena Itu jauh akan lebih baik dari pada berbohong. Bisa juga dengan melakukan itu maka akan semakin banyak orang yang menonton serta menyukai akun mereka. Namun mereka malah melakukan sesuatu yang sangat tidak baik untuk ditiru oleh generasi muda lainnya.

Iya memang begitulah generasi muda hari ini. Mereka dari kecil sudah diajarkan berdusta, suka menipu dan sering merampas hak orang lain. Sebab semua itu sangat mudah mereka dapatkan dan pelajari melalui orang-orang di sekitar mereka, baik orang tua maupun pemimpin mereka. Tak luput juga, bahwa saat ini kita lahir dan hidup dalam sistem kufur kapitalisme. Bohong dan tipu menjadi hal biasa dilakukan baik pejabat maupun pemimpin. Mereka tega menjual aset rakyat untuk kepentingan mereka dan para tuan-tuan mereka. Bukan hanya itu, mereka juga rela berkata bohong kepada rakyat demi kepentingan semata. Semisal pada saat pemilu berlangsung mereka membuat janji-janji kampanye yang pada akhirnya mereka ingkari terus. Miris melihatnya bukan!.

Semua ini akan sangat berbeda jika kita hidup dalam naungan syariah, sebab dalam kepemimpinan islam semua urusan dan permasalahan umat akan diatur dan dipelihara oleh penguasa sesuai dengan Alquran dan Sunnah. Sebab penguasa dalam sistem Islam akan takut kepada Allah semata. Penguasa tidak akan berani melakukan sesuatu keburukan dalam memenuhi kebutuhan hidup rakyatnya. Penguasa akan senantiasa berusaha untuk kesejahteraan rakyatnya.

Bukan hanya itu saja. Para pemimpin dalam sistem Islam akan memberikan perhatian khusus pada generasi muda dengan emberikan fasilitas pendidikan yang baik dan benar sehingga bisa menghasilkan generasi penerus yang gemilang.

Lihat saja bagaimana generasi Islam pada masa kejayaan Islam. Sejarah memaparkan begitu banyak pakar sains dan berbagai ilmu pengetahuan bermanfaat untuk umat yang berpadu sengan aqidah Islam.  Temuan ilmuan Islam menjadi dasar dari kemajuan teknologi hari ini. Begitulah jika hidup dalam naungan syariat Islam kaffah, maka seluruh potensi akan tersalurkan dengan baik dan benar sesuai fitrah manusia.

Masih ragu untuk hidup dalam naungan syariat Islam kaffah?

[Wallahu’alambishowab]

Oleh: Siti Khadijah Sihombing

0Shares

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: