Hikmah,  Motivasi,  NulisPedia

EMPAT JURUS SUKSES BIKIN RAMADHAN IS THE BEST

Alhamdulillah Ramadan kembali membersamai kita. Kali ini kita telah memasuki bulan Suci Ramadan 1441 H. Bulan ini disebut syahru as-syiyam. Bulan di mana seluruh umat Islam menunaikan  kewajibannya yaitu puasa sebulan penuh. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (TQS.Al-Baqarah:183)

Bagi umat Islam, Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu. Bulan yang setiap waktunya penuh dengan kemuliaan, keutamaan dan berbagai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan dibukanya pintu taubat. Bulan penuh ampunan, bulan yang bertabur pahala berlipat ganda, bulan yang dapat mengantarkan orang yang berpuasa meraih derajat takwa. Bulan Ramadan merupakan bulan  di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu- pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.

Di bulan ini pula diturunkannya Alquran sebagai petunjuk kaum muslimin, sebagai pembeda antara haq dan bathil serta penjelasan mengenai petunjuk itu sendiri. Ramadan adalah bulan yang di dalamnya terdapat malam yang  lebih baik dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadar. Bulan agung, istimewa dan berlimpah keberkahan.

Namun, situasi berbeda terjadi di tahun ini. Umat Islam di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia sedang kedatangan makhluk kecil yang tak tampak oleh mata, namun keberadaannya  nyata dan berbahaya. Terlihat dari banyaknya jiwa yang melayang, makhluk kecil itu adalah virus Corona atau  Covid-19. Ini merupakan ujian dari Allah SWT. Dampaknya begitu mengkhawatirkan. Selain kehilangan orang-orang tercinta, juga kehilangan pendapatan hingga kesulitan ekonomi karena diberlakukanya social distancing yang mengharuskan mereka untuk tetap di rumah.

Ramadan di tengah wabah tentulah jauh berbeda dengan Ramadan tahun tahun sebelumnya. Dikutip dari Kompas.com surat edaran dari kementerian agama berisi tentang arahan tarawih di rumah bersama keluarga, i’tikaf di masjid ditiadakan bahkan perayaan Idul Fitri termasuk ditiadakan. Pandemi ini tidak boleh menyurutkan semangat kita dalam menggapai hikmahnya untuk tetap menunaikan ibadah dan meraih pahala sebanyak-banyaknya selama Ramadan. Untuk tetap suskses menjalani Ramadan, meski di rumah saja, masih banyak aktivitas bermanfaat dengan pahala besar walau tak bisa sholat tarawih di masjid, kita masih bisa shalat berjamaah bersama keluarga di rumah, tadarus bersama ayah bunda dan adik. Intinya harus tetap semangat dalam menjalani Ramadan yang istimewa ini. Nah, ada beberapa kiat sukses yang bisa kita coba dalam menjalankan ramadan.

Pertama, memiliki niat hanya untuk meraih ridho Allah semata. Niat adalah hal yang mendasar bagi umat muslim. Bagaimanapun keadaannya, jika yang dilakukan untuk meraih ridho Allah maka akan senantiasa Allah berikan kemudahan. Insyaa Allah.

Sebagaimana hadits Al-arbainAn Nawawiyah yang pertama,Sesungguhnya amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju. (HR.BukhariMuslim).

Kedua, kita harus meyusun rencana dan menuliskan target selama satu bulan penuh. Tak terasa sudah sepekan lebih kita menjalankan puasa. Bagi yang belum menyusun target masih bisa disusun sekarang agar puasa berikutnya lebih terencana dengan baik. Kita pasti menginginkan pencapaian yang tertinggi, setiap apa yang telah direncanakan. Untuk mencapai itu tentu harus ada perencanaan matang dan detail. Jangan biarkan target yang telah disusun sedemikian rupa hanya tersimpan di dalam otak. Tuangkan target-target tersebut kedalam sebuah tulisan dan tempelkan di tempat yang mencolok dan mudah dilihat seperti cermin, pintu kulkas atau dijadikan latarbelakang tampilan ponsel. Hal itu ditujukan untuk menghindarkan diri dari lupa dan selalu teringat akan hal-hal yang belum dilakukan. Misal kita punya target nambah hafalan sepuluh ayat perhari atau target tilawah dua kali khatam Alquran selama sebulan. Tuliskan semua sesuai dengan target yang ingin dicapai.

Ketiga,manajemen waktu. Allah memberikan nikmat waktu dua puluh empat jam dalam sehari. Segudang rencana takkan berguna jika tidak mampu memanejemen waktu. Oleh karena itu sangat perlu membagi waktu dan disesuaikan dengan target yang telah disusun sebelumnya. Bagaimana kita membagi waktu agar semua target terpenuhi. Membagi waktu istirahat,tilawah, muraja’ah, kajian, waktu bersama keluarga dan lainya.

Keempat, harus komitmen dan istiqomah dalam menjalankan target yang sudah disusun sejak awal. Agar target bisa dijalankan dengan baik. Apalagi saat kondisi untuk tetap di rumah. Biasanya di rumah terasa lebih santai. Jika tidak memiliki komitmen yang kuat bisa jadi target itu hanya sekedar rencana tertulis yang tak berarti. Ingat! Sekecil apapun aktivitas yang kita lakukan, pasti akan dibalas dihisab. Harus bersungguh-sungguh menjalankannya. Melaksanakan ibadah wajib dan memperbanyak sunnah. Karena tidak ada jaminan kita akan berjumpa dengan ramadan berikutnya. Jadi, yuk optimalkan Ramadan kali ini, agar Ramadan sekarang baikdari sebelumnya. Semogapandemi ini segera cepat berakhir.

Wallahua’lam bisshawab

Oleh: Enni Etika Mardia, S.Pd

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: