Opini

DENGAN ISLAM WANITA DIMULIAKAN

Jika hari ini, wanita masih suka bekerja di luar rumah demi sesuap nasi, masih merasa bangga untuk mengeksploitasi diri atau dieksploitasi, masih berlomba-lomba untuk sebuah eksistensi, masih merasa didiskriminasi, serta masih saja terus disakiti, didzholimi, dikhianati, maka dapat kita lihat apakah hakikat wanita itu berjalan sesuai fitrahnya? Tidak! Tentu saja tidak. Mengapa begitu? Sebab wanita tidak berjalan sesuai fitrahnya, ketika wanita masih saja hidup dalam kungkungan sistem kapitalis sekuler ini.

Dalam sistem yang kufur sekarang  ini roda kehidupan berjalan dengan memisahkan agama dari kehidupan manusia. Sistem ini juga berusaha memanfaatkan wanita untuk meraih materi demi kepuasan duniawi. Dengan sebuah ide feminisme yangg digaungkan oleh sistem kapitalisme inj, maka tujuan duniawi yang para wanita inginkan dapat tercapai. Tetapi tidak untuk kebahagiaannya. Sebab kebahagian hakiki yang wanita rasakan hanya didapat jika mengikuti aturan dari Sang Pencipta.

Jika saja wanita mengerti betapa mulianya dirinya ketika dia hidup sesuai fitrah, sesuai koridor yang ditentukan langsung dari Sang Pencipta, maka dirinya akan mencapai sebuah kebahagiaan hakiki tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat, sehingga dapat menghantarkan dirinya menjadi wanita yg dirindukan Syurga.

Dengan islam, wanita dimuliakan.

Wanita di tempah untuk menjadi seorang ibu sholehah yang bisa mendidik anak-anaknya hingga mencetak generasi peradaban gemilang. Wanita tidak dituntut untuk bekerja mencari nafkah karena itu kewajiban dari pria. Namun wanita dituntut cerdas, maka tak ada diskriminasi bagi wanita ketika wanita ingin menuntut ilmu. Wanita tidak di kekang, dan juga tak dibebaskan sesuai hawa nafsu. Wanita tidak boleh disakiti, dikhianati, apalagi didzalimi.

Dalam salah satu hadits berbunyi, ketika salah satu sahabat Rasulullah Saw, bertanya kepada beliau: Wahai Rasulullah, siapa diantara semua manusia yang paling berhak untuk aku berbuat baik kepadanya? “Ibumu,” jawab Rasulullah. Lalu siapa lagi? “Ibumu,” jawab Rasulullah kembali. Lalu siapa lagi? “Ibumu,” jawab Rasululluh lagi. Lalu siapa lagi? “Ayahmu.”

Begitulah, mulia nya wanita dengan islam. MasyaAllah tabarakallah.

Nah, jika masih ada wanita-wanita diluar sana yg terus menggembar-gemborkan kebebasan wanita, maka dia harus belajar dan memahami hakikatnya dia diciptakan sebagai seorang wanita. Maka dari itu, kita butuh sebuah sistem yang bisa memuliakan wanita sesuai dengan kodratnya. Sistem itu adalah sistem Islam.

Jika sistem Islam kaffah diterapkan maka manusia akan menjalankan kehidupannya sesuai dengan fitrah dan tuntunan Syari’at yang mana semua itu langsung dari Sang Pencipta. Tidak akan pernah salah Allah membuat aturan kepada manusia sebab Dia yang menciptakan manusia dan hanya Dialah yang paling mengerti tentang apa-apa saja yang hambaNya butuhkan. Sudah seharusnya kita menjadi seorang hamba yang taat kepada Allah dengan mengikuti apa saja yang diperintahkanNya. Sebab itu kita akan merasakan betapa mulianya kita sebagai wanita dalam sistem Islami. Back to the rules of Allah. [Wallahu alam bis shawab]

Oleh : Ummu Taqiyya

0Shares

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: