Opini,  Tema Bebas,  WCR

DAD

Ayah adalah tempat bersandar paling kokoh yang dimiliki setiap rumah. Sungguh Allah telah anugerahi setiap anak dengan seorang ayah yang luar biasa. Ayah adalah penjaga istri dan anak-anaknya. Kalimat-kalimat thayyibah yang senantiasa ia bisikan ketika buah cinta itu menangis untuk pertama kali hadir di bumi Allah. Seorang anak tumbuh dengan kewibawaan yang dimilikinya. Cintanya disaat lisan tak mengucap cinta. Tanpa lelah kerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Allah memberikan kedudukan masing-masing bagi laki-laki dan perempuan.

“Laki-laki itu  adalah pemimpin bagi kaum wanita karena Allah telah lebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), juga karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka (kepada wanita)”

(QS. An-Nisa: 34)

Jabatan mulia yang Allah berikan kepada laki-laki adalah sebagai seorang ayah. Jabatan mulia yang akan menghantarnya bahagia dunia dan akhirat. Seorang suami yang mendidik isteri, kemudian isteri yang mendidik anak-anak mereka dengan Islam.

Tak akan terbayar setiap tetes peluh yang jatuh disaat berjuang mencari nafkah. Tak akan mampu membalas setiap keringat yang jatuh dari tubuhnya. Sosok teladan bagi anak laki-laki. Menutup aurat dengan sempurna adalah bukti cinta anak perempuan kepadanya.

Berharap amanah-amanah ini meringankan hisabnya kelak di yaumul akhir dengan sepanjang hidupnya dalam ketaatan pada Allah. Bahu kokoh tempat berlindung bagi keluarga yang ia pimpin. Ayah cinta pertama bagi anak perempuanya. Tak terhitung kebaikan yang telah tercurahkan dari seorang ayah.

Sungguh peran itu mulai berangsur memudar. Tuntutan pekerjaan yang mengaharuskanya mengurangi waktunya dengan keluarga bahkan membuatnya harus berpisah untuk waktu yang lama. Pergi pagi hari tak sempat betatap dengan buah hati pulang saat larut juga membuatnya tak sempat bercengkrama. Sistem dunia saat ini telah membuat design yang menggeser prioritas utama, pekerjaan menjadi yang utama, demi anak alasan terkuatnya. Sadar atau tidak regulasi
kapitalis menggerus peranya. Jika hal ini yang terjadi sungguh ayah hanya akan membesarkan fisik namun jiwanya akan direnggut oleh zaman.

Mencari nafkah adalah kewajiban namun mendidik amanah yang Allah berikan juga sebuah tanggung jawab besar dan misi akhirat. Hanya penerapan Islam kaffah dalam kehidupan yang mampu menangkal racun mematikan  dari kapitalisme.

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: