NulisPedia

Cinta Nabi, Jangan Sampai Cinta Palsu

Perjuangannya yang tak mudah, hingga Islam dan iman itu sampai pada setiap insan. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah mengutus seorang Rasul untuk memberikan cahaya dalam setiap sendi kehidupan manusia. Sosoknya bukan pemimpin biasa, dalam lisan dan perbuatanya terpancar akhlak Alquran. Dari tangannya lahir para generasi pemimpin dunia, seorang yang mendidik spiritual, pemikiran hingga akidah Islam itu tertancap kokoh dalam jiwa kaum muslim.

Sosok yang merindukan mu, cintanya dalam padamu, hingga hari akhir dimana Allah memanggilnya kau yang disebut, dikhawatirkan, benar-benar cinta yang begitu indah lagi tulus. Seseorang yang mulia, sungguh setiap jiwa terhutang kepada beliau karena cinta yang telah diajarkannya kepada kita. Manusia mulia, tak ada sesuatu yang keluar dari lisan dan amalan beliau kecuali kebenaran dan kebaikan. Semoga tak ada keraguan dalam diri kita menjadikannya contoh dan teladan. Dialah Rasulullah SAW

“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS: Al-Ahzab: 21)

Derajat keimanan yang luar biasa bagi para sahabat dan sahabiyah, mengimaninya sebagai pembawa risalah dari Allah yang tak ada keraguan di dalamnya. Selalu membersamainya dalam segala hadang, rintang dalam perjuangan meninggikan kalimat Laillaha ilallah Muhammad rasulullah. Lalu bagaimana dengan kita?

Sudahkah kita mencintai dengan sebenar-benarnya?.

Siapkah dengan segala hujjah tatkala berjumpa dengannya?

Sudahkah beliau kita jadikan contoh, teladan yang sebenarnya?

Atau malah sebaliknya, ketika lisan mengatakan bahwa beliau adalah suri tauladan maka disaat yang bersamaan kita juga melanggar semua tuturnya, bahkan metode perjuangan yang pernah rasul lakukan sama sekali tak dijalankan.

Rasul tak pernah contohkan pacaran, lalu kenapa banyak yang mengerjakannya?

Rasul tak pernah lalukan riba bahkan Allah melarangnya, kenapa begitu bertebaran dan berlomba-lomba meraihnya?

Rasul perintahkan muslimah menutup auratnya dengan sempurna, sudah kita lakukan itu?

Rasul ajarkan ada aturan interaksi antara  laki-laki dan perempuan, yang diperlihatkan tatkala selesai sholat berjama’ah rasul biarkan jamaah wanita keluar terlebih dahulu agar tak terjadi campur baur, lalu bagaimana dengan interaksi hari ini? penuh canda tawa dengan yang asing baginya

Rasul tak pernah tertarik berjuang dalam sistem kufur, kenapa itu terjadi hari ini ?

Lalu ummatnya dari mana?

Islam mengajarkan kita untuk tak lakukan hal-hal yang sia-sia, karna sungguh seluruh perbuatan kita sebagai manusia bisa bernilai pahala dengan niat ikhlas karena Allah dan caranya benar. Kalu bukan rasulullah contoh yang benar lalu mau mencontoh siapa lagi?

“Siapa saja yang melakukan suatu perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya maka perbuatan itu tertolak”(HR. Muslim)

Cinta bertepuk sebelah tangan itu sungguh menyakitkan, cintailah beliau, sungguh jadikanlah ia teladan yang sebenarnya, kenali lebih dalam dengan pelajari riwayatnya. Bagaiamana cinta itu akan bermekaran jika kau tak mengenalinya. Jangan mengaku cinta Nabi jika belum mengambil seluruh syaria’h yang beliau bawa. Hati-hati jika cinta itu palsu.

Disaat ada yang melecehkan lalu kita bisa berbuat apa? Apakah masih tertidur pulas? Atau sudah mulai terbangun dengan goncangan-goncangan itu, atau masih mau menunggu goncangan yang lebih dasyat lagi? Sudah saatnya kita bangun dan sadar akan segala kerusakan ini, kaum muslim saat ini juga tengah kehilangan perisainya, hingga yang bisa kita lakukan hanya memboikot produk dari negara penghina Rasulullah. Harusnya kita bisa melakukan lebih agar semua ini tak akan terulang lagi sebagai mana yang telah dilakukan pada pemerintahan Abdul Hamid II (1876-1918) saat Prancis pernah merancang  merancang drama teater. ketika mengetahui berita itu Abdul Hamid  melakukan peringatan melalu dutanya yang berada di Paris untuk mengentikan pementasan itu, mengingatkan juga akibat politik yang akan di hadapai Prancis. Bila negara yang bertindak seketika itu juga barat tak lagi berani menghina Nabi Muhammad. Lalu saat ini yang paling kita butuhkan adalah hadir kembalinya khilafah untuk menerapkan hukum Allah, menjaga nyawa kaum muslim yang menghancurkan penghina Rasulullah.

Muhammad bin Syahnun rahimullah menyatakan. “Para ulama sepakat bahwa orang yang mencela Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam dan menghina beliau statusnya kafir, dan dia layak untuk mendapatkan ancaman berupa azab Allah. Hukumanya menurut para ulama adalah dibunuh. Siapa yang masih meragukan kekufuranya dan siksa bagi penghina Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam berarti ia kufur.” (as-Sharim aL-Maslul)

Dan mudah-mudahan Allah mewafatkan kita dijalan yang sama seperti Allah wafatkan Rasul kita yaitu di jalan Laillaha ilallah Muhammad rasulullah.

Hari ini akan digelar acara maulid Nabi virtual terbesar, dari telegram @cintanabicintasyariah tercatat akan diikuti oleh 60.000 peserta. Memperjuangkan kembali tegaknya hukum Allah, menerapkan semua syaria’at yang beliau bawa dan mencintai apapun yang bersama beliau adalah bukti cinta.

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: