Opini

Cinta Nabi Boikot Sistem Kufur Dan  Terapkan Syariat Islam

Pada 2 September 2020, Majalah Charlie Hebdo kembali menerbitkan karikatur penghinaan kepada Nabi Muhammad saw. Bukan kali pertama majalah sayap kanan ini menghina Nabi saw dan ajaran Islam. Presiden Prancis  Emmanuel Macron mendukung kebebasan berekspresi terkait kontroversi kartun Nabi Muhammad SAW di negaranya. Macron berargumen bahwa prinsip negaranya adalah mendukung kebebasan berpendapatan.

Ucapan Macron dikritik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menyebut kesehatan mental Macron perlu diperiksa serta menginisiasi ajakan boikot produk-produk Prancis. Ajakan Erdogan lantas direspons oleh warganet dari Arab maupun Indonesia yang menyerukan boikot untuk produk-produk Prancis lewat sosial media.

Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mengeluarkan imbauan kepada umat Islam Indonesia untuk memboikot segala produk asal negara Perancis.

Selain aksi boikot, MUI juga meminta Presiden Perancis Emmanuel Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada Ummat Islam se-Dunia.

Barat telah berulangkali melakukan penghinanaan terhadap Rasulullah SAW dan lagi-lagi alasannya adalah kebebasan berekspresi. Sekarang pelakunya dan pembelanya dari negara Prancis.

Begitulah karakter barat yang sangat benci dengan Islam. Mereka selalu memusuhi Islam dan pengembannya termasuk Nabi yang membawa risalah mulia ini.

Ada apa dengan bangsa barat? Bagi seorang muslim yang sadar akan perang peradaban hari ini tentu menyadari bahwa ini sebagai wujud kebencian barat terhadap Islam sekaligus ketakutan mereka akan lahirnya kembali peradaban mulia dibawah naungan syariat Islam.

Para ulama sepakat bahwa menghina Nabi adalah dosa besar. Penghina nabi hukumannya adalah dibunuh. Ini bisa diterapkan jika memang ada khalifah yang menerapkan syariat Islam secara kaffah, itupun jika pelakunya warga negara khilafah. Akan tetapi bagaimana halnya jika pelakunya adalah negara kafir. Seruan jihad yang dipimpim oleh khalifah adalah jawabannya. Khalifah tidak akan segan-segan menyerukan kepada pasukannya dan kaum muslim keseluruhan untuk memerangi negara tersebut. Karena Khalifah berkewajiban menjaga kemuliaan Allah SWT, Rasulullah saw serta ajaran Islam dan simbol-simbolnya.

Hanya saja negara kafir khususnya Prancis hari ini berani menghina nabi SAW dihadapan miliyaran umatnya tentu karena paham bahwa umat Islam tidak  berdaya melawan. Mereka sadar betul umat Islam yang banyak ini tidak punya kekuatan apapun untuk menghadapi kejahatannya. Lebih dari itu mereka tahu bahwa perlawanan apapun dari umat ini tidak akan berpengaruh besar terhadap mereka selama umat ini tidak disatukan oleh suatu kesatuan institusi politik yang kita sebut khilafah. Sudah saatnya umat Islam paham akan hal ini.

Islam mewajibkan kita mencintai Allah dan RasulNya diatas segalanya. Anas bin Malik menceritakan bahwasanya Rasulullah bersabda,

 “Tidaklah beriman seseorang di antara kalian, sehingga aku lebih ia cintai dari keluarganya, hartanya, dan dari semua manusia” (HR Muslim)

Mencintai Rasulullah adalah salah satu bukti iman. Wujud mencintai beliau adalah dengan membela kehormatan beliau dari lisan dan tangan kotor orang jahil lagi kafir. Tidak terima dan tidak rela atas penodaan kehormatan beliau dan marah terhadap pelakunya termasuk diantaranya. Memboikot produk negara kafir yang telah menghina nabi juga salah satu aksi nyata yang bisa kita lakukan sebagai wujud protes.

Cinta Nabi berarti kita harus berusaha mengikuti sunnah beliau secara kaffah dan menyeluruh. Meneladani beliau dalam semua aturan kehidupan termasuk dalam hal kepemimpinan dan pemerintahan. Dengan kata lain cinta Nabi berarti kita harus siap memperjuangkan dan menerapkan syariat. Allah SWT berfirman :

“Siapa saja yang mentaati Rasul, sungguh ia telah mentaati Allah” (TQS. an-Nisa’: 80)

Cinta Nabi berarti kita harus  memboikot sistem kufur yang telah lama diterapkan di negeri-negeri Islam. Memboikot sistem kapitalis sekuler, ide kebebasan, demokrasi, pluralisme dan semua turunannya. Karena sistem inilah yang telah melahirkan para penista Islam dan penghina nabi. Karena dalam sistem ini juga tumbuh subur semua ide yang rusak dan merusak.

Sudah saatnya kaum muslimin bersatu dalam kepemimpinan Islam yaitu khilafah karena hanya khilafah yang mampu  membungkam para penista  dan menjaga kesucian Islam.

Oleh : Khadijah Annajm

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: