• Opini

    LOBSTER DIEKSPOR, RAKYAT TEKOR

    Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia Moh Abdi Suhufan menyatakan, kasus dalam perizinan ekspor benih lobster menunjukkan selama ini KKP hanya fokus kepada regulasi benih lobster dan melupakan prioritas lainnya sektor kelautan dan perikanan nasional. (acurat.co, 27/11/2020) Lobster mempunyai nilai jual yang tinggi,  banyak permintaan dari berbagai negara baik sebagai konsumsi makanan berkelas maupun untuk dibudidayakan lagi. Tingginya permintaan lobster di pasaran, memicu berbagai pihak untuk meraup keuntungan dengan menekuni bidang ini. Menteri Kelautan dan Perikanan pun memfokuskan regulasi ekspor benih lobster ini. Kebijakan pemberian izin sebagai eksportir benih lobster kepada PT Duta Putra Perkasa Pratama tentu berpeluang  untuk panen keuntungan di dalamnya. Keuntungan dari penanganan potensi kekayaan laut…

  • Opini

    MENYOAL SEPARATISME PAPUA DAN INTEGRITAS BANGSA

    Indonesia yang merupakan negara dengan kekayaan alam limpah ruah dan merupakan kepulauan terbesar di dunia sekaligus memiliki jumlah penduduk terbanyak ke 4 di dunia. Akan tetapi berbagai ancaman separatisme terus terjadi. Ketika dulu Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia, apakah kini Papua akan bernasib seperti Timor Timur, lepas dari bumi pertiwi ini ? Tak bisa dipungkiri betapa mudah separatisme Papua mendeklarasikan sebuah negara baru, Papua Merdeka. Tentu,  tamparan keras bagi integritas bangsa yang berdaulat.  Yang mengusung tinggi  bersatunya suatu bangsa yang menempati wilayah tertentu dalam sebuah negara yang berdaulat. Kini menoreh pukulan keras atas terlepasnya Papua dari wilayah teritorial. Menelaah Secara histori, Papua adalah negeri kaum Muslimin, apalagi Indonesia yang…

  • Opini

    LEDAKAN UTANG BIKIN TEGANG

    Lagi! Bertambah lagi utang Indonesisa. Bahkan jumlahnya cukup besar dalam waktu yang relatif berdekatan atau tak sampai dua minggu. Totalnya utang baru Indonesia yakni bertambah sebesar lebih dari Rp 24,5 triliun. Utang baru tersebut merupakan kategori pinjaman bilateral. Rincian utang luar negeri itu berasal dari Australia sebesar Rp 15,45 triliun dan utang bilateral dari Jerman sebesar Rp 9,1 triliun. Pemerintah mengklaim, penarikan utang baru dari Jerman dan Australia dilakukan untuk mendukung berbagai kegiatan penanggulangan pandemi Covid-19 (Kompas.com 21/11) Dikutip dari Liputan 6.com (20/10/20) Bahwa Laporan Bank Dunia berjudul International Debt Statistics 2021 menunjukkan data utang negara berpenghasilan menengah dan bawah. Dalam laporan itu, peringkat Indonesia ternyata tinggi, yakni tembus posisi 6 di kalangan negara berpenghasilan menengah dan bawah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati…

  • Opini

    Cinta Nabi Boikot Sistem Kufur Dan  Terapkan Syariat Islam

    Pada 2 September 2020, Majalah Charlie Hebdo kembali menerbitkan karikatur penghinaan kepada Nabi Muhammad saw. Bukan kali pertama majalah sayap kanan ini menghina Nabi saw dan ajaran Islam. Presiden Prancis  Emmanuel Macron mendukung kebebasan berekspresi terkait kontroversi kartun Nabi Muhammad SAW di negaranya. Macron berargumen bahwa prinsip negaranya adalah mendukung kebebasan berpendapatan. Ucapan Macron dikritik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menyebut kesehatan mental Macron perlu diperiksa serta menginisiasi ajakan boikot produk-produk Prancis. Ajakan Erdogan lantas direspons oleh warganet dari Arab maupun Indonesia yang menyerukan boikot untuk produk-produk Prancis lewat sosial media. Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mengeluarkan imbauan kepada umat Islam Indonesia untuk memboikot segala produk asal negara Perancis.…

  • Opini

    DIHENTIKAN, JANGAN HANYA DISUMBANG!

    Dilansir dari detik.com (23/10/20) Donor internasional menjanjikan sumbangan untuk menjembatani kesenjangan pendanaan bagi pengungsi Rohingya, nyaris US$ 600 juta (Rp 8,8 triliun). Total sumbangan itu sebagian besar berasal dari Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan Inggris. Komisioner Tinggi PBB, Flippo Grandi mengatatakan “Komunitas internasional telah menunjukkan komitmen kuat terhadap respons kemanusiaan dengan mengumumkan pendanaan hari ini total sebesar US$ 597 juta.” Peristiwa ini bak sebuah rumah yang dirampok oleh perampok dan polisi hanya memberikan bantuan uang. Keesokan harinya rumah tersebut dirampok kembali, bahkan bantuan yang berasal dari polisi juga ikut dirampok. Tentu kita heran mengapa polisi tidak menangkap perampok tersebut padahal ia memiliki kuasa atasnya. Jikalau polisi memenjarakan atau menjatuhkan…

  • Opini

    ILUSI KESETARAAN GENDER

    Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang memperjuangkan emansipasi atau persamaan hak sepenuhnya antara kaum laki-laki dan perempuan. Baik itu di ranah politik, ekonomi, pendidikan dan juga sosial. Intinya, perempuan harus diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam hal kebebasan dan pengembangan diri. Menurut mereka ada berbagai macam persoalan yang terjadi di Indonesia diantaranya, Pertama, soal perkawinan anak dan persoalan reproduksi. Kedua, perempuan yang harus bebas dari kekerasan akibat kebijakan diskriminatif. Ketiga, kemiskinan perempuan yang disebabkan oleh berbagai macam faktor Kekeliruan mereka berawal dari pandangan bahwa kaum perempuan berada pada posisi yang lemah dalam hierarki sosial. Posisinya yang sering kali menjadi subordinat alias pelengkap posisi laki-laki, meniscayakan perempuan selalu menjadi korban…

  • Opini

    BASA-BASI KESETARAAN UPAH INTERNASIONAL

    Indonesia berperan. Pada tanggal 18 September 2020 Indonesia turut serta merayakan hari Kesetaraan Upah Internasional bersama Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Kesetaraaan upah internasional merupakan hal yang telah dikampanyekan di berbagai negara sejak lama. Sebagaimana diungkapkan oleh direktur ILO untuk indonesia, Michiko Miyamoto: “Prinsip kesetaraan upah untuk pekerjaan yang bernilai sama telah tertuang dalam Konstitusi ILO tahun 1919. Seratus tahun terlalu lama untuk menunggu dan kita semua harus bekerja sama untuk mewujudkan kesetaraan upah untuk pekerjaan bernilai sama menjadi kenyataan. ILO terus mendukung Indonesia mewujudkan kesetaraan upah di negara ini,” ungkapnya (m.kumparan.com/19/09/2020). Hal tersebut merupakan persoalan yang dianggap penting karena sangat berkaitan dengan kesejahteraan, khususnya kesejahteraan kaum perempuan. Masih terjadi berbagai macam…

  • Opini

    BOM WAKTU COVID-19 KLASTER PILKADA JIKA TAK DITUNDA

    Belum berkurangnya jumlah penderita Covid-19, tampaknya tidak mampu membuat pemerintah untuk menunda Pilkada. Padahal jika Pilkada tetap dilaksanakan saat Pandemi,  maka diprediksi akan menjadi bom waktu Covid-19. Kewajiban memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan belum bisa dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat, Sabang hingga Merauke. Jika dipaksakan, pilkada bakal menjadi bom waktu yang melipatgandakan angka positif Covid-19, dikutip dari beritasatu.com (14/9). Dalam sebuah diskusi webinar, “Evaluasi 6 Bulan dan Proyeksi Satu Tahun Penanganan Covid-19 di Indonesia” yang diselenggarakan Kelompok Studi Demokrasi Indonesia (KSDI), Sabtu (12/9/2020). Sekitar 91% yang mengikuti polling meminta agar pilkada ditunda karena tidak ada urgensinya dan hanya membesarkan masalah yang sudah ada. Sekitar 99% peserta mendesak pemerintah menerbitkan payung hukum yang memberikan…

  • Opini

    TIP SEMANGAT DARING MESKI TERASA KERING

    Pandemi kapan berlalu, badai aja pasti berlalu kok yang ini tidak kelihatan ujungnya? September tak ceria lagi. Sudah hampir 6,5 bulan anak-anak menjalani sekolah online, selama itu pula anak-anak yang belum mengerti apa itu covid-19 bertanya-tanya kapan masuk sekolah? Kangen bu guru, kangen teman-teman, kangen kelasnya, kangen bermain bola, capek duduk terus di rumah sambil memandang layar HP, bosen. Sistem belajar pembelajaran di Indonesia sejak dulu kerap menuai masalah, kurikulum yang tidak baku, mudah berganti sesuai kepentingan pasar, cara belajar yang lebih menonjolkan teoritis dibanding praktis sehingga tidak mampu menghasilkan anak didik yang sesuai dengan tujuan dasar pendidikan yaitu menciptakan generasi beriman dan bertaqwa (berkepribadian Islam) yang sanggup menjadi pilar…

  • Opini

    GANGGUAN JIWA, BUAH BUSUK KAPITALISME SEKULER

    Pilu rasanya mengikuti pemberitaan kriminal di berbagai media saat ini. Yang teranyar adalah peristiwa penusukan terhadap Ustadz Syekh Ali Jaber. Sang pelaku dikabarkan mengalami gangguan jiwa. Ada pula video viral yang beredar mengenai persidangan kasus Isabella Guzman, sang psikopat pelaku aksi penikaman sadis terhadap ibundanya sendiri. Dengan alasan mengalami gangguan kejiwaan pula, ia divonis hukuman lebih ringan dibanding pelaku normal. Dan banyak kejadian tragis serupa sebelumnya yang melibatkan pelaku dengan gangguan jiwa. Fenomena pelaku kriminal dengan gangguan jiwa sempat merebak semenjak beberapa tahun ke belakang, tepatnya pada tahun 2018 dimana yang menjadi korban pun adalah tokoh-tokoh ulama. Wajar jika sebagian kalangan menilai bahwa dimunculkannya tokoh dengan gangguan jiwa adalah bagian…