• Nafsiyah

    HIDUP BUKAN HANYA TENTANG KEINGINANKU

    Siapakah yang mampu menafsirkan masa depan? Saat hidup bukan sesuatu yang dapat digenggam dengan erat. Yang terjadi pada masa yang akan datang tidak mampu di indera oleh manusia. Manusia silih berganti hadir mengisi setiap scene film di kehidupan. Entah mereka akan tinggal dalam waktu sebentar ataupun lama. Mengukir kisah baik ataupun buruk hingga nyawa telah hilang dari raga. Dan mengukir sebuah akhir yang kelak hanya akan menjadi sebuah kenangan. Fase perputaran kehidupan akan terus berlanjut dan memang lah seperti itu. Kita yang menjadi sebuah kenangan oranglain ataukah oranglain yang menjadi kenangan kita. Baik ataukah buruk kenangan itu? Berharap ketika raga ini telah membusuk dalam tanah. Orang hanya mengingatku dengan kenangan…

  • Nafsiyah

    WANITA ISTIMEWA

    Wanita sangat istimewa, sungguh-sungguh sangat istimewa sekali. Sebab mereka sangat dijaga oleh Allah Yang Maha Pencipta. Mereka diperhatikan dalam segala hal termasuk masalah menutup aurat. Karena keistimewaanya, wanita banyak dibahas dalam Alquran dan hadis. Iya, begitulah istimewanya sehingga Allah membuat aturan agar mereka selalu terjaga dari fitnah dunia. Namun sayang, mereka justru tidak peduli dan malah menganggap aturan yang Allah berikan mengekang mereka. Hingga banyak perempuan yang mempertontonkan tubuh mereka. Iya sungguh miris hati melihat wanita yang seperti itu. Perlu kita pertanyaan, memang buat apa sih keindahan tubuh itu pertontonkan? Harusnya sebagai wanita kita memikirkan semua perintah Allah ini bukan malah ngeyel dengan mencari pembenaran. Allah sudah jelas-jelas membuat dalam…

  • Nafsiyah

    SUDAHKAH AMAL KITA DITERIMA?

    Pernah tidak terfikir dalam benak kita, sudahkah amal kita diterima Allah SWT? Pertanyaan sederhana namun memilliki pengaruh besar terhadap seluruh aktivitas kita. Pertanyaan yang akan menentukan berbuah pahalakah atau dosakah aktivitas yang telah kita lakukan. Allah SWT telah menunjukkan kita petunjuk atau ketentuan agar amal kita diterima oleh Allah SWT. Dua syarat yang harus kita penuhi agar amal diterima adalah ikhlas dan benar. Ikhlas merupakan sebuah keadaan dimana aktivitas yang kita lakukan semata karena Allah SWT. Tidak ada sedikitpun ruang untuk makhluk lain. Memurnikan aktivitas semata karena Allah. Sebagaimana firman Allah berikut, “Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dengan mengikhlaskan baginya agama yang lurus.” (TQS. Al-Bayyinah: 5) Rasulullah…

  • Kisah,  Nafsiyah

    MENJEMPUT KEMATIAN YANG TERBAIK

    Siapa yang tidak tau dengan kematian? Setiap manusia pasti pernah dihadapkan pada posisi mendekati kematian atau melihat manusia lain dijemput kematian. Manusia mengetahui tentang bagaimana kematian itu merenggut kehidupan yang fana. Namun, sedikit sekali manusia yang mengingat kematian itu disetiap langkah. Nasehat tentang kematian yang layaknya sebuah dongeng pengantar tidur lalu ketika terbangun dongeng itu terlupakan. Diwaktu lain akan teringat. Itulah manusia. Sebuah hidangan bukankah masih terasa lezat dan nikmat? Pembaringan masih terasa hangat dan begitu menggoda. Dan dunia maya yang masih menjadi aktifitas utama dikala pandemi yang menyita banyak waktu diantara rutinitas kehidupan. Sehingga kata mati begitu jauh dari angan kala dunia masih begitu indah. Tidakkah manusia menyadari bahwa…

  • Hikmah,  Nafsiyah,  Tema Ditentukan,  WCR

    SAAT ESOK BUKAN MILIKKU

    “Istigfar untuk masa lalu, syukur untuk hari ini dan harapan untuk hari esok. Terpatri tanya dalam diri untuk apa Allah hadirkan aku di dunia?” Rangkaian waktu yang telah pencipta anugerahkan kepada kita, itulah kehidupan. Batasnya adalah ajal, datangnya tak bisa dihindar dan tak bisa juga digeser mundur. “Setiap umat mempunyai ajal [tenggat waktu]. Ketika tiba ajal mereka, maka mereka tidak bisa meminta ditangguhkan meski hanya sesaat. Juga tidak bisa minta diajukan.” (TQS. Al-A’raf : 34) Allah sudah tetapkan waktu itu tiba, dimanapun raga ini tetapkan akan dikunjungi ajal. “Di mana pun kamu berada, kematian pasti kan menemukan kamu, sekalipun kamu berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (TQS. an-Nisa’: 78)…

  • Nafsiyah

    MENCARI JATI DIRI

    Menemukan keimanan yang sejati adalah sebuah perjalanan hidup mencari arti jati diri. Dalam hidup kita akan mengalami fase pertumbuhan dari anak-anak menuju sebuah kedewasaan. Pada setiap langkah yang diambil tidak dipungkiri bahwa keimanan mempengaruhi keputusan dalam kehidupan. Saat tanya mulai membombardir akal untuk menemukan sebuah jawaban. Mengapa aku memilih Islam sebagai agamaku? Apakah Islam adalah agama yang benar? Apakah keIslamanku hanya sebuah warisan turun temurun dari orang tuaku? Atau aku menyakininya dari proses berfikir? Ketahuilah, bahwa Islam tidak hanya diyakini dari proses berfikir hingga menemukan sebuah kebenaran. Namun, pencarian arti sebuah keimanan dengan kesadaran berfikir. Bukan sebuah warisan atau doktrin tanpa sebuah kesadaran berfikir. Apakah iman itu? Iman adalah keyakinan…

  • Nafsiyah

    DUNIA, WAKTU DAN MAUT

    Dalam hidup kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang baru. Ataupun berpisah dengan orang-orang yang menemani kehidupan kita. Mengukir kenangan dan tertawa bersama hingga saling menyakiti. Kemudian berbaikan. Bukankah itu adalah fase kehidupan? Seiring waktu yang berkurang, aku menyadari bahwa waktu yang telah pergi takkan pernah bisa dikembalikan atau diduplikatkan dimasa depan. Aku menyadari bahwa waktu yang berlalu akan menghapuskan rasa sakit, kecewa ataupun bahagia menjadi sebuah cerita yang bernama kenangan. Ada tawa dan airmata menyertai waktu berlalu. Ada kemarin yang tidak akan bisa diulang. Ada hari ini yang dipergunakan sebaik-baiknya dan ada hari esok yang ingin kita raih dengan kebaikan. Lalu bagaimana bila waktu telah habis? Sesungguhnya hanyalah mati penghancur…

  • Nafsiyah,  NulisPedia,  Tema Ditentukan,  WCR

    A MEANINGFUL RAMADAN

    Marhaban Ya Ramadan, tidak terasa kita akan memasuki bulan suci Ramadan 1441 H, bulan istimewa dan penuh keberlimpahan pahala. Namun, akan ada yang berbeda pada Ramadan tahun ini karena Allah tengah menguji kaum muslim seluruh dunia dengan pandemi dan dengan segala polemiknya, lantas hal ini tak boleh membuat kita surut. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (TQS Al-Baqarah: 286) pandemi ini telah banyak mengubah kebiasan kita termasuk dalam menyabut Ramadan bahkan nanti selama Ramadan. Tak juga boleh kita sesali semua yang terjadi, apalagi mengeluh dengan keadaan. Kebijakan yang tetap di rumah harusnya dioptimalkan, apa yang bisa kita lakukan dan menyadari bahwa semua ini karena Allah. Semua ini dari…