Opini,  Tema Bebas,  WCR

BUKAN BONEKA KAPITALIS

Hidup itu penuh kejutan, hampir setiap hari jagad maya dipenuhi sesuatu, kemudian viral. Baru-baru ini lagu biasa yang mendunia, mengisi dunia maya. Ya, lagu “Aku Bukan Boneka” lagu ini dinyanyikan oleh YouTuber fenomenal yang akrab disapa Keke. Video ini menjadi tranding satu di Youtube hingga ditonton 22 juta kali, meski sempat dikabarkan video ini di take down pihak youtube.

Kita gak akan bahas mengenai keviralan lagu ini, tapi ada hal yang bisa dijadikan pelajaran. Jika kita dengar ada makna dipermainkan dalam lirik lagu ini, meski dalam lagu ini identiknya adalah dipermainkan karena seorang pria. Jika mengambil wilayah yang lebih luas. Bahwa ada kalanya kita juga tengah dipermainkan dunia oleh tipu daya setan maupun dalam wujud manusia dalam berbagai aktivitas.

Cepat atau lambat ada saatnya kita menyadari bahwa ada satu pola yang mempermainkan hidup ini. Meski tak menyadari, rasa itu akan muncul saat semua berakhir. Sadar ketika menyadari kerusakan yang diakibatkan pacaran, berantakan saat menyadari bahwa riba itu mencekik dan sadarilah bahwa hidup dalam sistem buatan manusia hanya akan menjadikan kita boneka-boneka oleh para pemegang kendali. Ya, Kapitalis-sekuler menjadi adidaya saat ini.

Menjadi boneka yang selalu dipermainkan demi kepuasan mereka semata. Apakah harus menunggu benar-benar hancur dulu kita baru sadar bahwa sistem hidup yang tengah kita jalani ini tidak layak. Penguasa boneka yang menjadikan pajak sebagai cara legal untuk memalak rakyat juga tidak kuasa saat dituntut untuk menjadi mainan. Juga menjadikan rakyat sebagai boneka untuk melengkapi permainanya. Mencabut subsidi elpiji 3 kg hingga menjadi naik Rp 35 ribu, penguasa meneken PP Tapera, iuran BPJS kesehatan mulai Juli 2020 akan naik kembali, kebijakan penangan covid yang maju mundur, distribusi bansos yang kacau, dana haji untuk perkuat ekonomi, semua sektor dipajakin, TKA China yang bebas masuk Indonesia, korupsi subur, hutang yang menjerat, akal sehat dan kritikan dibunuh dan masih banyak lagi. Apakah kezaliman ini tak cukup membuat kita sadar bahwa kita semua dijadikan boneka bagi pemangku jabatan, jabatan yang juga boneka para kapitalis. Hanya boneka yang mudah dipermainkan oleh pemiliknya sesuka hati, ketika bosan maka bersiap-siap untuk disingkirkanya, kemudian digantikan pemain baru.

Sistem dengan standar materi menuntut mereka menjadikan materi segala-galanya. Cukup! Hidup di dunia ini bukan untuk menjadi boneka kapitalis. Tapi sebagai makhluk mulia yang Allah sematkan untuk kita.

Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (iblis) tidak dapat berkuasa atas mereka. dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”. (TQS. Al Isra’: 65)

Ya, ketika kita menjadi hamba Allah yang spesial dengan menyerahkan total kehidupan untuk diatur oleh Islam yang paripurna. Jika tak ingin menjadi boneka kapitalis maka hiduplah dengan aturan Islam secara Kaffah. Hidup dan menjalani hidup dengan sistem yang berasal dari Allah. Jika saat ini sistem tersebut belum berdiri maka berjuanglah untuk tegak kembalinya Islam memimpin dunia. [Wallahua’lam bis showab]

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

4 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: