Hikmah,  NulisPedia

BERSAMAMU MENUJU SYURGANYA

Meraih syurgaNya itu memang tak gampang kawan, penuh perjuangan keras untuk memapah diri agar senantiasa berada di jalanNya. Tak mudah, kuakui itu. Gemerlap dunia fatamorgana melalaikan kita semua. Seakan surga masih nun jauh disana. Seakan nerakaNya seperti semu. Dunia teramat melenakan kawan, jika kita tak bijak dan tak memahami akan tujuan hidup ini.

Terombang-ambing tak tau arah. Orang menyebutnya, biarlah hidup mengalir begitu saja. Ah … sungguh hidup ini begitu klise kawan. Apakah kita rela membiarkan diri ini bagaikan air di atas daun talas. Nasib diri yang terombang ambing tidak menentu seperti kehilangan pegangan hidup. Itukah yang kau katakan hidup mengalir saja? Ah, semoga pikiran itu segera kau tepis dalam-dalam.

Kawan, aku tak ingin menghakimimu. Karna akupun jauh dari kata sempurna. Kawan sungguh aku tak ingin mengguruimu, karna akupun masih butuh mempelajari banyak ilmu dan membenahi diri. Tapi ketika hidayah itu datang dan memaksa diri menjadi lebih baik, maka ku ingin kau merasakanny jua. Izinkan aku membersamaimu agar lebih dekat dengan jannah-Nya. Maka bersediakah kau membersamaiku pula untuk senantiasa mengingat-Nya? Karna ku tau, istiqomah meraih jannah-Nya sangatlah tak mudah. Diri tertatih, jalan terseok, tak jarang diri ini ingin melangkah mundur.

Maka izinkan aku pula untuk mengamalkan satu hadits nabi. “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” Ketahuilah kawan, dakwahku padamu adalah bentuk cintaku untukmu. Pintaku tak muluk-muluk hanya kuingin kita bersama hingga ke Jannah-Nya.

Duhai kawan, pertemuan kita di dunia teramat singkat. Jauh lebih singkat dibandingkan kehidupan akhirat yang kekal. Dimana iman dan amal menjadi bekal. Demi masa yang singkat di dunia ini, sungguh kita berada dalam kerugian kecuali jika kita bisa menjadi orang orang yang mempunyai iman dan amal kebaikan, saling memberi nasehat dalam menetapi kebenaran dan kesabaran.

Mungkin, kini aku yang berusaha memapah, memimpin. Tetapi adakalanya kau yang akan berjalan di depan untuk menjadi pemimpin. Sungguh kita manusia bukanlah sosok sempurna. Berilah aku nasehat kebenaran, ketika aku tersalah, keluar dari jalan yang diridhaiNya. Berilah aku nasehat hikmah, dari pelajaran kehidupan yang aku tak mampu memetiknya.

Semoga pertemuan singkat ini menjadi ladang kebaikan, karna aku ingin bersamamu menuju syurga yang di ridhoiNya.

Oleh : Arifah Azkia N.H

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: