Hikmah,  Opini,  Tema Bebas,  WCR

BELAJAR DARI PROSES TERBENTUKNYA TELUR

Berangkat dari pepatah populer dikalangan masyarakat minangkabau. Alam takambang jadi guru, atau alam terbentang jadi guru. Tak hanya ilmu dunia, Alam juga akan menjadi guru dan mengarahkan kita untuk menemukan kehebatan Sang Pencipta dan menyadari bahwa segala sesuatu diciptakan. Alam yang terhimpun di dalamnya makhluk hidup, fenomena-fenomena alam, dapat dijadikan tempat kita mengenal Sang Pencipta. Hakikat ciptaan tunduk dengan aturan Penciptanya.

Tidak hanya itu, alam Allah bentangkan kepada kita, senantiasa ditadaburi untuk menyaksikan keagungan Allah. Terkadang banyak hal luar biasa justru luput dari perhatian kita. Hal kecil sering terabaikan namun menyimpan rahasia. Semisal ketika kita melihat sebutir telur ayam, pernah berpikir bagaimana sebutir telur bisa terbentuk?

Mulai dari pematangan sel telur kemudian masuk ke infundibulum (tempat mensekresi membran vitelin) butuh waktu 0.3 jam pada proses ini. Perjalananya berlanjut ke magnum, pada proses ini putih telur terbentuk selama 4 jam. Kemudian ke Isthmus, tempat dimana membran kerabang dikumpulkan, membutuhkan waktu 1 jam. Sampai pada uterus, proses pembentukan kerabang merupakan proses terlama dengan waktu 19 jam. Lebih kurang membutuhkan waktu 24 jam untuk terbentuknya sebutir telur unggas, sebuah proses yang panjang.

Begitu juga dengan design sebutir telur yang menakjubkan, terdapat sususan yang komplek dan sistematis. Tersusun dari kuning telur (yolk), putih telur (albumen),   kerabang (cangkang telur), selaput tipis yang melapisi kerabang telur (kutikula), khalaza (seperti benang penghubung kuning ke putih telur), sel benih (blastoderm),  dan rongga udara. Masing-masing memiliki peran untuk terbentuknya embrio ayam. Kerenya telur adalah satu-satunya tempat perkembangan embrio menjadi invidu baru diluar tubuh induknya. Ini masih susun yang terlihat, bagaimana dengan susunan yang membutuhkan alat untuk melihatnya. Belum lagi dengan komposisi nutrisi yang terkandung dalam sebutir telur. Tak ada yang dapat kita katakan selain, proses yang sempurna.

Tersusunan seolah ada pembatas, tak bercampur antar komponen lainya. Ayam juga tidak bisa milih untuk mempercepat proses bertelurnya. Tidak juga bisa membuat warna kerabang sesukanya. Artinya ada kekuatan luar biasa yang mengatur itu semua. Ini baru satu proses, masih satu fenomena, masih banyak fenomena di dunia ini yang dapat dipelajari untuk lebih dekat dengan Allah.

“Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)?. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.“ (TQS. An-Nahl: 17)

Bagi seorang muslim pertanyaan mendasar dalam hidupnya adalah siapa dibalik penciptaan alam semesta, manusia dan kehidupan? Bukan ayam yang hebat, bukan telur yang keren tapi ada kekuatan yang luarbiasa dibalik penciptaan sebutir telur. Ya, Dialah Allah pencipta semesta alam.

Rendahkanlah hati, manusia itu terbatas, lemah, dan butuh yang lebih kuat darinya, yaitu Allah. Tempat tertinggi manusia adalah ketika ia bersujud pada PenciptaNya. Mengamati alam semesta, kehidupan dan manusia dengan berfikir mustanir tentang semua itu, akan menghantarkan manusia mengimani Allah sebagai Pencipta yang mengatur seluruh alam semesta. [Wallahua’lam bis showab]

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: