Seputar Islam,  Tema Bebas,  WCR

Alquran dan Ramadan

Ramadan adalah bulan Alquran, bulan diturunkanya panduan manusia untuk hidup di dunia ini. Kaum muslim tau itu, bahwa Ramadan bulan dimana pahala akan dilipatgandakan, sehingga menjadi momen yang tepat untuk fastabiqul khairat. Dirumah aja tentu membuat kita memiliki banyak waktu untuk dekat dengan Alquran. Membaca Alquran adalah salah cara kita untuk memanen pahala.

Inilah kemudian membuat kita berlomba untuk bisa mengkhatamkanya berkali-kali selama Ramadan. Antara tartil atau khatam, tak ayal, karena ingin cepat selesai yang terjadi adalah  tidak tepat dalam bacaan, tidak jelas pengucapan makhraj huruf, tajwid, mad  atau tidak tartil.

Ingin segera khatam tidak salah, yang salah jika tidak menyentuh dan membaca Alquran. Khatam Alquran adalah salah satu ikhtiar kita untuk selalu dekat dengan Alquran, dengan bermunculan berbagai metode agar bisa khatam satu kali dalam sebulan, atau jika ingin yang tak biasa bisa khatam berkali-kali selama Ramadan, ini akan menjadi target pribadi, keduanya boleh-boleh saja karena memang momentum ini terbatas dan tak ada di bulan lain.

Meski tak bisa membaca Alquran secara bersama untuk saling koreksi bacaan, namun saat pandemi ini kita juga melakukan khatam bersama dengan teman-teman dan saling memperhatikan bacaan yang lainnya dengan memanfaatkan aplikasi, membaca Alquran dapat dilakukan secara virtual ini jauh lebih mulia jika kita habiskan waktu untuk menonton konser virtual.

“Siapa yang membaca satu huruf Alquran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Tak hanya cepat khatam yang harus kita perhatikan adalah bagaimana bacaan juga benar agar tak mengurangi makna dari yang kita baca. Sebagaimana Alquran juga telah memandu bagaimana hendaknya kita membaca Alquran.

“Atau lebih dari seperdua itu. dan Bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.” (TQS. Al-Muzzamil: 4)

Di tengah pandemi, meski tak dapat mengunjugi majelis ilmu untuk mentadaburi kandungan Alquran kita masih dapat mendengar kajian-kajian mengenai kandungan Alquran dari aplikasi. Meski dipenghujung Ramadan kita masih memiliki kesempatan beberapa hari lagi untuk dapat mengkhatam Alquran dan mentadaburi isinya, ya tentu dengan tartil. Semoga Allah istiqomahkan kita dalam agama ini, Allah terima amal ibadah kita dan setelah Ramadan usai aktivitas indah kita dengan Alquran tetap terjaga.

Oleh: Fira Faradillah

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: