Seputar Islam

ALLAH TURUNKAN PETUNJUK BAGI MANUSIA DI BULAN RAMADHAN

Kita sudah berada di pertengahan bulan Ramadan, bagaimana dengan ibadah yang kita lakukan selama ini sobat? Puasa, sholat, tadarrus, mengkaji islam? Tentunya semakin semangat untuk terus menambah amalan-amalan yang semakin mendekatkan diri kita kepada Sang Pencipta.

MasyaAllah tabarakallah… Allah masih beri kesempatan hidup bagi kita untuk merasakan bulan ramadan ini. Bulan penuh ampunan, penuh rahmat, dan juga bulan yang diturunkannya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia.

Bulan ramadhan, tepatnya di tanggal 17 Ramadan, Allah turunkan wahyu kepada Rasulullah melalui malaikat jibril. Adapun wahyu pertama yang turun ialah Q. S Al-‘Alaq ayat 1-5.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah (3) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (4) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5).” (QS. Al-‘Alaq : 1-5)

Alquran diturunkan secara berangsur-angsur mulai tanggal 17 Ramadan pada usia Rasul 41 tahun sampai beberapa waktu sebelum beliau wafat yaitu antara 10 sampai 81 hari. Diturunkan selama 21 tahun atau 18 tahun jika tidak terhitung masa fatrah selama tiga tahun (Dikutip dalam buku Tarikh Al-qur’an, penulis Al-Abyasi, 1996)

Turunnya Al-qur’an di bulan Ramadhan dikenal dengan istilah Nuzulul Qur’an. Al-quran merupakan kitab yang sempurna dan paripurna, menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya(taurat, zabur, dan injil).

Allah SWT berfirman:

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (TQS. Al-Baqarah: 185)

Alquran sebagai kitab menyeluruh, mengatur segala aspek kehidupan, di dalamnya diatur bagaimana hubungan kita dengan Allah, dengan manusia, dan dengan diri kita sendiri. Tidak ada keraguan didalamnya, diturunkan untuk dijadikan pedoman hidup, petunjuk bagi kita agar tak tersesat menjalani kehidupan di dunia ini. Masalah, problematika kehidupan, semua ada solusinya di dalam Alquran.

Sejak diturunkannya Alquran, isi dan kandungannya tetap sepanjang zaman, tak pernah berubah ataupun diubah oleh tangan manusia. Karena kitab ini begitu mulia, dan Allah jaga kemuliaannya. Umat muslim yang berusaha untuk menjaga atau memelihara Alquran dengan cara menghafal dan mengamalkannya, akan Allah beri kemuliaan padanya juga.

Alquran merupakan petunjuk bagi manusia, berisi peringatan dan kabar gembira, hukum-hukum yang lengkap, ilmu pengetahuan, dan apa-apa yang tidak bisa dijangkau oleh akal manusia, semua nya termaktub di dalam kitab ini.

Allah sebagai Sang Pencipta, dan juga Sang Pengatur, maka Allah menciptakan makhluk beserta aturannya. Aturan-aturan dari Allah tercantum didalam Alquran. Maka kita sebagai makhluk haruslah ikut aturan Allah.

Ibarat orang yang menciptakan alat elektronik (misalnya handphone, tv, kulkas, dll), pasti dibuat juga buku petunjuknya, agar kita menggunakannya sesuai petunjuk itu, agar gak cepat rusak. Begitupun dengan kita harus ngikuti petunjuk dari Sang Pencipta agar kita juga gak cepat rusak.

Jika sudah Allah berikan petunjuk yang lengkap bagi kita, mengapa harus mencari petunjuk yang lain?

Jika sudah Allah berikan aturan beserta hukum-hukum yang sempurna, mengapa harus berhukum pada yang lain (berhukum menurut akal manusia)?

Jadi, kita sebagai makhluk yang diciptakan, gak berhak untuk sombong, melakukan segala aktivitas kehidupan tanpa mengikuti petunjuk dariNya.

Selagi masih Allah beri kesempatan hidup bagi kita, yuk sama-sama kita bermuhasabah, memohon ampun pada Allah jika selama ini kita abai terhadap petunjuk dari Allah. Semoga kita bisa terus mengamalkan Alquran didalam kehidupan kita, dan menjadi syafa’at bagi kita di yaumil akhir kelak. Aamiin yaa Rabbal ‘Alamiin..

Oleh: Ummu Taqiyya

0Shares

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: